Bintan - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik adanya inisiatif dari sektor swasta untuk membangun Bandara Internasional Bintan Baru atau New Internasional Airport Bintan, Kepulauan Riau. Menurut Menhub, keberadaan bandara baru tersebut akan mendukung tumbuhnya sektor industri dan pariwisata yang dapat mendatangkan investasi.

Hal tersebut disampaikan Menhub saat melakukan tinjauan ke proyek pembangunan Bandara Internasional Bintan Baru yang tengah dikerjakan pihak swasta yaitu PT Bintan Aviation Investment, Senin (24/1).

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kami mendukung penuh partisipasi swasta dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), untuk membangun infrastruktur transportasi seperti pelabuhan dan bandara. Kami akan dukung dan memberikan petunjuk agar pembangunannya dilakukan sesuai dengan ketentuan, khususnya yang berkaitan dengan aspek keselamatan,” kata Menhub.

Menhub mengatakan, Bintan adalah satu pulau yang diperuntukkan untuk menarik investasi yang masif. Dengan hadirnya bandara baru ini, diharapkan dapat membuka konektivitas dari dan menuju Pulau Bintan, yang dapat mendatangkan investasi yang besar.

Menhub menyarankan, bandara ini mesti berkolaborasi dengan pelaku usaha bertaraf internasional yang memiliki kemampuan menggerakkan para wisatawan mancanegara untuk datang berwisata ke Bintan.

“Kami berharap pihak manajemen dapat menyelesaikan pembangunan bandara baru ini paling tidak di akhir 2023. Keberadaan bandara ini diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Bintan, Kepri dan sekitarnya,” tutur Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director PT Bintan Aviation Investment Michael Wudy menjelaskan, pihaknya berinisiatif membangun bandara baru di Pulau Bintan sebagai pintu masuk pendorong pergerakan ekonomi, serta pengembangan sektor industri dan pariwisata.

“Dalam membangun kami akan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada dan mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya.

PT Bintan Aviation Investment membangun proyek Bandara dan Aerospace Industry Park dengan luas lahan kawasan bandara 800 hektare (ha) dan kawasan industri 510 ha di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kawasan bandara tersebut nantinya dapat berfungsi sebagai penerbangan umum, fasilitas Pemeliharaan Pesawat (MRO), dan pusat logistik.

Pembangunan Bandara Internasional Bintan Baru atau New Internasional Airport Bintan sudah berjalan sejak tahun 2015. Saat ini pembangunan fase 1 sudah masuk tahap pemadatan tanah untuk runway sepanjang 3000 meter.

Turut hadir pada peninjauan ini Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto. (LKW/RDL/LA/HS)