(Jakarta, 13/07/09) Dari pantauan yang dilakukan tim redaksi www.dephub.go.id langsung di lapangan pada masa-masa akhir liburan sekolah pekan lalu, jumlah penumpang mengalami kenaikan bervariasi antara moda udara, laut dan kereta api. Jumlah penumpang angkutan udara melalui Bandara Ahmad Yani Semarang mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu sekitar 30 % pada masa liburan sekolah 2009 yang berakhir pekan lalu. “Jumlah penumpang (datang dan berangkat) semula  sekitar 1800 -1900 orang per hari, namun pada liburan sekolah mencapai rata-rata 2500 orang perhari, “ kata Edi Hartono, Ass Man Pelayanan Bandara merangkap Manajer Operasi Bandara Ahmad Yani Semarang  ketika ditemui redaksi www.dephub.go.id  Kamis 9 Juli 2009 di tempat kerjanya.

 

Kenaikan penumpang yang cukup besar tersebut menurut dugaan Edi kemungkinan juga dipengaruhi adanya aktivitas kampanye pilpres. Menurut pantauan pihaknya di tengah-tengah masa angkutan liburan sekolah, banyak mobilitas penumpang melalui Bandara Ahmad Yani Semarang yang mengindikasikan mereka sedang melakukan kegiatan terkait dengan kampanye Pilpres. “Namun pada hari pelaksanaan pemilunya (tanggal 8 Juli 2009) justru jumlah penumpang turun tajam menjadi sekitar 1600 orang”, lanjut Edi. Menurut Edi pada hari H pemilu presiden tercatat 3 penerbangan tidak operasional karena turunnya jumlah penumpang. Kesempatan tersebut digunakan maskapai untuk kegiatan maintenance pesawat.

Kenaikan jumlah penumpang pesawat pada masa liburan sekolah di Bandara Ahmad Yani menurut Edi masih dalam batas kendali. “Tidak ada extra flight  selama angkutan liburan sekolah, dan kondisi terminal bandara pun masih sangat memadai untuk menampung kenaikan tersebut,” kata Edi. Menurutnya pada musim angkutan lebaran kenaikan jumlah penumpang bisa jauh lebih tinggi sekitar 3000-an penumpang perhari, namun tingkat pelayanan Bandara Ahmad Yani tidak terganggu dengan kenaikan jumlah penumpang tersebut karena pihaknya selalu melakukan berbagai pembenahan untuk peningkatan pelayanan. Terakhir di ruang dalam terminal telah dilakukan penataan sirkulasi penumpang, pembenahan interior dan penyejuk ruangan. Sedangkan untuk di luar telah dilakukan pembenahan area parkir sehingga terjadi peningkatan kapasitas parkir dari semula  250 mobil menjadi 480 mobil. Pembenahan parkir juga tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga kerapihan dan kemudahan pengguna mobil dalam melakukan aktifitas parkir, penjemputan dan pengantaran penumpang.

Rob Ganggu Pelayanan Penumpang Laut dan Kereta Api

Peningkatan jumlah penumpang untuk moda laut dan kereta api di Semarang tidak sebesar peningkatan moda udara yaitu berkisar 10 % s/d 15 %. Namun nampaknya pelayanan penumpang untuk angkutan laut dan kereta api di Semarang cukup terganggu karena adanya pasang air laut (rob) yang cukup parah. Pengamatan yang dilakukan oleh tim redaksi www.dephub.go.id menunjukkan proses pemberangkatan atau kedatangan penumpang kapal  laut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terpaksa harus menggunakan alat bantu semacam tangga untuk menghubungkan penumpang dari kapal menuju terminal atau sebaliknya. Cara lain yang ditempuh adalah mengarahkan penumpang menyisir tepian dermaga yang tidak terjangkau air rob untuk menuju kapal dari terminal atau sebaliknya.

Tinggi air rob di pelataran dermaga terminal penumpang pelabuhan Tanjung Emas bisa mencapai sekitar 30 cm bahkan di dalam ruangan terminal terlihat tanda-tanda rembesan air rob yang membuat kaki-kaki bangku berkarat, terutama pada ruangan yang belum dilakukan peninggian. Soal air rob yang mengganggu ini tidak hanya terjadi di terminal penumpang, jalan akses menuju Pelabuhan Tanjung Emas di sana sini juga terganggu genangan air rob sehingga mengganggu kenyaman penumpang kapal laut untuk mengakses pelabuhan. Menurut sumber dari Pelabuhan Tanjung Emas upaya pembenahan selalu dilakukan oleh pihak pelabuhan untuk meningkatkan pelayanan, namun upaya itu terbatas pada hal-hal yang sifatnya tidak bisa permanen. “Kalau peninggian bangunan atau jalan selalu kita lakukan, tetapi itu biasanya hanya bertahan beberapa tahun saja, sesudah itu ya kena rob lagi karena tanahnya cenderung selalu turun, “ kata sumber tersebut.

Kondisi yang tidak berbeda dialami Stasiun Tawang, yang berlokasi sekitar 3 km dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tim redaksi www.dephub.go.id yang mengunjungi stasiun tersebut mendapatkan stasiun sedang dilakukan peninggian untuk menghindarkan gangguan dari air rob. Pelataran parkir stasiun kereta api utama di Semarang tersebut sedang dilakukan penimbunan setinggi lebih kurang 1 meter dengan tanah urugan sehingga menimbulkan debu di sana sini, sementara di dalam bangunan stasiun sendiri masih seperti sedia kala (belum ditinggikan).


Kondisi ini cukup mengganggu pelayanan pada masa peak season seperti liburan sekolah ini. Beberapa penumpang yang diminta tanggapan menyatakan mereka memang merasa tidak nyaman dengan kondisi ini, tetapi menurut mereka jika nantinya setelah pembenahan memang benar-benar terbebas gari gangguan rob tentu itu lebih baik. “Kalau sedang rob besar susah pak, dari jalan raya menuju emperan stasiun harus naik melalui tangga darurat, sama juga kalau banjir di waktu musim hujan,” kata seorang pengunjung stasiun. Menurutnya  yang perlu diperhatikan lagi adalah jangan sampai peninggian tersebut merusak estetika stasiun tawang yang merupakan stasiun peninggalan Belanda itu.

Mengenai jumlah penumpang pada masa liburan sekolah, angkutan penumpang kapal laut di Pelabuhan Tanjung Mas mengalami kenaikan sekitar 10 s/d 15 %.  “Sejak tanggal 23 Juni hingga 9 Juli 2009 tercatat keberangkatan kapal penumpang Pelni dari Pelabuhan Tanjung Emas sebanyak 8 call dan kapal non Pelni sebanyak 12 call, dengan jumlah penumpang yang diangkut untuk kapal Pelni sebanyak 6017  orang dan kapan no Pelni sebanyak 5502,” kata Pelaksana Harian Adpel Tanjung Emas Marzuki, menjawab pertanyaan tim redaksi www.dephub.go.id . Penumpang tersebut umumnya merupakan penumpang dengan tujuan daerah-daerah di Kalimantan seperti ke Pontianak, Ketapang, Sampit dan Kumai.

Menurut Marzuki yang juga Kepala Bagian TU, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar pada musim angkutan liburan sekolah, transportasi penumpang melalui kapal laut di Pelabuhan Tanjung Emas dapat berjalan dengan baik. “Begitu menerima Mapel dari Bapak Dirjen, kami segera mengeluarkan surat edaran pada operator penumpang dan agen yang mengelola kapal penumpang agar bersiap menghadapi kenaikan penumpang,” kata Marzuki. Menurut Marzuki yang penting adalah bagaimana agar mereka yang akan menggunakan kapal laut tidak kesulitan mencari tiket. Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan PT Pelindo III yang mengelola terminal penumpang agar mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang sehingga tidak terjadi penumpang yang tidak terlayani dengan baik.

Sementara itu penumpang kereta api dari dan ke Semarang melalui Stasiun Tawang rata-rata juga naik sebesar 10 s/d 15 %. Namun Kepala Stasiun Tawang Tri Suwarno yang ditemui enggan menjelaskan berapa jumlah nyata kenaikan penumpang tersebut. Hanya menurutnya kenaikan jumlah penumpang tidak terlalu besar apabila dibandingkan angkutan lebaran sehingga pihaknya tidak melakukan penanganan khusus.

Kondisi Lalu Lintas Jalan Jakarta-Semarang

Kondisi lalu-lintas jalan Semarang-Jakarta-Semarang  pada tanggal 9 dan 12 Juli 2009 yang dipantau langsung oleh tim redaksi www.dephub.go.id umumnya berjalan lancar. Namun dalam perjalanan darat menelusuri jalur pantura tersebut ditemukan beberapa ruas jalan dan jembatan sedang dilakukan perbaikan. Dari mulai Cikampek-Subang-Sukra-Loh Bener-Cirebon-Brebes-Tegal setidaknya ditemui 7 ruas lokasi perbaikan jalan berupa pembongkaran dan pelapisan kembali dan 5 lokasi perbaikan/pembangunan jembatan.

Di ruas-ruas jalan yang sedang diperbaiki tersebut, arus lalu-lintas yang semula 4 jalur masing-masing 2 jalur dari arah berlawanan diarahkan menjadi hanya 2 jalur untuk arah saling berlawanan. Dalam kondisi normal keadaan semacam ini tidak terlalu menimbulkan kemacetan, namun pada saat jam-jam sibuk kemacetan panjang tidak bisa dihindari. Bahkan ketika perjalanan kembali ke Jakarta, Minggu 12 Juli 2009 kemacetan yang cukup panjang terjadi di ruas subang menuju Cikampek. Dibutuhkan waktu satu jam untuk menempuh jarak hanya sekitar 4-5 km, akibat menyempitnya jalan karena pekerjaan perbaikan jalan. Pada ruas-ruas tertentu kondisi kemacetan diperparah dengan adanya tong-tong yang dipasang di tengah jalan daeri sebagian penduduk untuk meminta sumbangan pembangunan mesjid. Kondisi ini nampaknya perlu diperhatikan menjelang angkutan lebaran yang akan tiba dua bulan lagi. (BRD/YFA)