07 Aug 2023
9591 View
Jakarta – Pada akhir Juli
2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di
Kota Shenzhen, Cina. Pertemuan tersebut menghasilkan delapan nota kesepakatan.
Salah satunya nota kesepakatan kelima mengenai kerja sama antara Ibu Kota
Nusantara (IKN) dan Kota Shenzhen yang
ditandatangani Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
bersama Kepala Otoritas IKN (OIKN) Bambang Susantono yang mewakili Indonesia
dan National Development and Reform
Commission (NDRC) Zheng Shanjie bersama Walikota Shenzhen Qin Weizhong mewakili
Cina.Berkiblat dengan
Shenzhen Pasca
penandatangan nota kesepakatan kelima, Kepala OIKN Bambang sempat bertemu dengan Walikota Shenzhen Qin Weizhong
untuk menjajaki poin–poin kerjasama yang
telah disepakati antara IKN dan Shenzhen. Bambang mengaku banyak mendapatkan masukan
mengenai pengalaman Walikota Qin Weizhong, membangun Kota Shenzhen. “Dari sebuah kota kecil yang bertransformasi
menjadi kota metropolis dalam 40 tahun terakhir,” ujar Bambang, kepada
media Sabtu sore
29 Juli 2023.Transformasi
selama empat dekade tersebut merupakan bukti kinerja Qin dan para walikota
terdahulu dalam dalam menata dan mengatur
kota. Shenzhen dulunya hanyalah sebuah kota perdagangan kecil dengan
penduduk sebesar 30 ribu jiwa dan kini berbenah menjadi kota metropolis yang dihuni 17 juta orang. Saat
ini, Kota Shenzhen menjadi salah satu dari lima kota terbesar di Cina.Kota
megapolitan Shenzhen di Propinsi Guandong Selatan China dicanangkan sebagai
zona ekonomi khusus pertama di Negeri
Tirai Bambu pada 1 Mei 1980. Dalam empat dekade, ekonomi tumbuh 13000 kali dan Shenzen
menjadi pusat pemerintahan Cina. Pencapaian
pertumbuhan bak lompatan kuantum yang luar biasa. Shenzhen
berlokasi di tepi Timur Muara Sungai Pearl dan berbatasan dengan Hongkong di
bagian Selatan. Kota super modern ini
meliputi sembilan distrik (wilayah administrasi) dan
satu kawasan industri baru.Salah
satu distrik di Shenzen, yakni Futian, menjadi jantung kota modern atau Central Business Distric (CBD). Di sana
terdapat berbagai fasilitas sarana dan
prasarana VVIP, hotel berbintang lima, auditorium dengan ruang pameran berkelas
internasional, serta pusat perbelanjaan
yang diisi berbagai brand ternama. Distrik tersebut pun menjelma menjadi
pusat pemerintahan Cina. Sebagai
smart city, Shenzhen juga dilengkapi
dengan sarana transportasi massal modern untuk melayani mobilitas warga maupun
pendatang serta mobilitas barang yang ramah lingkungan. Masyarakat di sana
dapat mengakses kereta api cepat, MRT, dan LRT dengan harga yang terjangkau.Kota
Shenzhen menjadi contoh perencanaan kota yang ideal. Hal inilah yang mendorong
Indonesia belajar kepada Shenzhen untuk merumuskan konsep pembangunan IKN.
Dalam hal ini, Presiden Jokowi memercayakan perencanaan, desain, manajemen, dan pembangunan
klaster pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN kepada tim
pakar dari Shenzhen.Diharapkan
IKN akan memiliki konsep city smart serupa
Shenzhen, kota yang cerdas, kompetitif di tingkat global hingga dapat
bertransformasi menuju kota yang berbasis inovasi, teknologi, dan ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Nota
kesepakatan kerjasama mengenai pembangunan IKN yang berkiblat pada tata kota
Shenzhen memang baru ditandatangani pada 27 Juli 2023. Namun Presiden Jokowi
tetap optimistis Upacara Hari Kemerdekaan
RI ke 79 akan digelar di IKN di
Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan
Timur pada 17 Agustus 2024. Hadirkan Moda
Transportasi Cerdas di IKNHingga
tahun 2024 nanti, pemerintah melalui OIKN akan mempersiapkan sejumlah moda
transportasi di IKN. Moda transportasi yang akan dihadirkan untuk tahap awal meliputi:Kereta
bandara dan Moda Raya Terpadu (MRT) atau lintas raya terpadu (LRT) untuk
koridor antarkota,Bus
antarkota (intercity bus) untuk
koridor antarkota,Bus
Raya Terpadu (BRT) untuk koridor sumbu kebangsaan dan koridor kota,Minibus
untuk koridor sub blok pemerintahan,Bus
pariwisata khusus untuk area pariwisata.Penyiapan
moda transportasi tersebut juga diikuti dengan rencana pembangunan
infrastruktur transportasi di IKN yang meliputi:Bandara
khusus VVIP,Bandara
Pengumpul,Skala
Pelayanan Primer Pendukung IKN,Pelabuhan
wisata,Jaringan
jalur kereta api bandara,Jaringan
jalur kereta api perkotaan dalam kawasan inti IKN,Jaringan
jalur kereta api perkotaan Balikpapan-IKN,Kereta
Api Trans Kalimantan,Angkutan
antar moda darat dari - Balikpapan-IKN,serta layanan simpul antar moda.Pembangunan
infrastruktur transportasi IKN tersebut dirancang dengan memadukan semua aspek
manajemen lalu-lintas. “Infrastruktur transportasi
IKN akan mengimplementasikan Intelligent
Transport System (ITS) yang memadukan manajemen lalu lintas dan sistem
transportasi modern yang ramah lingkungan,” kata Kepala OIKN
Bambang.Hingga
saat ini, pembangunan fisik infrastruktur
IKN sudah mencapai
36-37 persen, sehingga tersisa 63 persen yang harus diselesaikan sampai
Agustus 2024. Prioritaskan
Angkutan Umum Berbasis Ramah LingkunganMenteri
Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah akan menyediakan
transportasi umum di IKN. Dengan 80 persennya merupakan angkutan massal
berbasis ramah lingkungan seperti Electric
Bus Rapid Transit (BRT), serta angkutan umum berbasis rel seperti MRT, LRT,
dan lainnya. Hal ini seperti yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo kepada
Kementerian Perhubungan.Oleh
karena itu, Menhub Budi mengingatkan, jangan sampai warga pendatang
mengira di IKN akan menyiapkan transportasi kendaraan listrik untuk kendaraan
pribadi. “Tidak sama sekali, tetapi arahnya adalah memanfaatkan kendaraan
angkutan umum massal yang aman, nyaman, tepat waktu dan selamat sampai tujuan
yang berbasis green (EV)," terangnya.Selain
itu, dia juga menjelaskan prioritas transportasi di IKN yakni berfokus pada pejalan
kaki, kemudian pesepeda, dan terakhir angkutan umum.Meski
demikian semua moda transportasi – dari yang tradisional, konvensional sampai
yang modern, akan terintegrasi satu sama lain dengan konsep kota 10 menit. Di mana first mile dan last mile transportasi IKN adalah dimulai dengan feeder-feeder shutle autonomous (tanpa
awak), selanjutnya dengan berjalan kaki dan bersepeda sehingga semua sudut kota
terhubung.Dengan
orientasi konsep tersebut, pihak pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah moda
transportasi massal modern berbasis jalan raya dan rel dengan jaminan tingkat
keterjangkauan layanan yang tinggi (oueragel).Hal
tersebut bisa diaplikasikan melalui perencanaan rute transportasi publik yang
terhubung dengan seluruh pusat kegiatan kota dan menjangkau koridor jalan lokal
kota.Ajak KolaborasiSeperti
yang disampaikan Presiden Jokowi, pembangunan IKN membutuhkan dana sebesar Rp466 triliun, yang
sebagian akan dibiayai APBN sebanyak 20 persen dan selebihnya 80 persen
diperoleh melalui kerjasama dengan pihak ketiga swasta nasional PMDN, BUMN,
dan pihak asing PMA. Pembiayaan tersebut juga akan digunakan untuk
pembangunan proyek infrastruktur transportasi dan pengadaan aneka moda
transportasi massal. Skema
pembiayaan tersebut menjadikan adanya keterbatasan ruang fiskal pendanaan oleh
APBN. Oleh karena itu, Menhub Budi Karya
mengajak pihak swasta/badan usaha
dan masyarakat untuk turut berperan untuk membangun sektor transportasi IKN.
“Bisa melalui skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), PMDN maupun PMA,” jelasnya. Sementara
itu, dari data OIKN pada 3 Agustus 2023, tercatat sudah ada 250 investor yang menyampaikan Letter of Intent (LoI) atau minat
investasi di IKN. Para investor tersebut berasal dari 17-19 negara yang
merupakan hasil penjajakan di berbagai kegiatan maupun kunjungan delegasi ke
mancanegara melalui kerjasama GtoG, selama tiga
tahun terakhir.Namun
demikian, 250 LOI dari 17-19 negara yang tercatat di OIKN tidak semua ditujukan
untuk proyek pembangunan infrastruktur transportasi dan penyediaan moda
transportasi IKN, hanya sebagian saja menurut Menhub. Negara yang berminat
investasi di sektor transportasi meliputi Cina, dan sejumlah negara
sahabat seperti Jepang, Korea, UEA, India, Singapura, Malaysia dan
beberapa swasta asing (PMA).Dengan
kondisi fikal yang terbatas dan tenggat waktu yang sempit, Menhub Budi
Karya bertekad dengan segala upaya akan mewujudkan sektor
tranportasi IKN. "Pembangunan IKN
menjadi prioritas karena merupakan visi misi presiden," jelas Menhub Budi
Karya saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, beberapa waktu lalu.Pasalnya,
kata Menhub Budi Karya, pembangunan infrastruktur transportasi dan penyiapan
moda transportasi di IKN sangat penting dalam mendukung kelancaran
aksesibilitas dan mobilitas manusia maupun barang di, dari, dan, ke IKN. Adapun
sistem transportasi yang akan dikembangkan di IKN selain transportasi darat
berbasis jalan raya dan berbasis rel, adalah dengan angkutan bus / kereta yang
mengusung konsep autonomous.Demikian
pula akan dikembangkan di IKN transportasi udara di IKN, melalui pengembangan
bandara mengusung konsep Aerotropolis
yang cerdas, terintegrasi, dan peduli etika lingkungan. Sedangkan
di sektor transportasi laut, akan dikembangkan penggunaan kapal autonomous untuk kapal penumpang maupun
barang, yang mengusung konsep smart port
dan traffic separation scheme (TSS). Saat
ini di Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki sejumlah prasarana transportasi
yang akan mendukung konektivitas di IKN, seperti bandara di Balikpapan dan
Samarinda, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kariangau dan Pelabuhan Kaltim
Kariangau Terminal (KKT). Dengan
sarana infrastruktur yang ada di Kalimantan Timur, Menhub Budi Karya akan mengoptimalkan
mobilitas dan aksesibilitas dalam pembangunan sektor transportasi di Ibu Kota Baru
Nusantara. Rencana
tersebut cukup menantang, Menhub Budi berharap, “Mudah-mudahan dapat
mewujudkan sektor transportasi
tepat waktu di Ibu Kota Baru
Nusantara,” pungkasnya. (IS/AS/SHL/HG)
-
Biro Komunikasi dan Informasi Publik