Pukul tiga dini hari, suasana di Asrama Haji Indramayu mulai menggeliat. Di tengah dinginnya udara sisa hujan yang turun sejak dini hari, para jamaah haji kloter pertama tampak bersiap dengan penuh ketenangan. Cahaya lampu temaram menyinari lorong-lorong asrama, sementara para petugas hilir mudik memastikan setiap kebutuhan jamaah terpenuhi.

Pagi itu terasa berbeda. Hujan yang baru saja reda menyisakan aroma tanah basah, menambah suasana haru yang sudah begitu kental. Beberapa jamaah terlihat antusias menyambut keberangkatan. Momen perpisahan itu menjadi potret nyata betapa perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin.

Di antara ratusan jamaah, banyak yang telah memasuki usia lanjut. Wajah-wajah sepuh dengan langkah perlahan menjadi pemandangan yang mendominasi pagi itu. Panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk kursi roda bagi jamaah yang membutuhkan. Petugas dengan sigap membantu para lansia menaiki kursi roda, mengarahkan mereka menuju titik pemeriksaan dengan penuh kesabaran. Tidak sedikit dari mereka yang tetap tersenyum, memancarkan rasa syukur meski tubuh tak lagi sekuat dulu.

Salah satu tahapan penting yang dilakukan di asrama adalah pemeriksaan keamanan melalui X-ray. Berbeda dari perjalanan biasa, kali ini proses tersebut dilakukan lebih awal di asrama haji. Kebijakan ini memberikan kemudahan besar bagi jamaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia. Dengan pemeriksaan yang telah selesai sejak awal, para jamaah tidak perlu lagi melalui antrean panjang di bandara. Proses ini membuat alur keberangkatan menjadi lebih efisien, sekaligus mengurangi kelelahan sebelum penerbangan panjang menuju Tanah Suci.

Di ruang tunggu pemeriksaan, suasana terasa hangat dengan percakapan ringan antarjamaah. Seorang jamaah wanita, Bu Ayu Setia Murthini yang sedang menunggu giliran pemeriksaan mengungkapkan rasasyukurnya disertai wajah yang sumringah bahagianya “Alhamdulillah wasyukurillah, saya cukup terharu hari ini akhirnya datang juga, penantian panjang tapi Allah kasih saya kesempatan untuk berangkat haji tahun ini. Saya berharap seluruh jamaah selalau sehat selama menjalankan ibadah selama di sana, dan kembali ke tanah air dengan selamat sehat tanpa kurang satupun. Aamiin.”

Menjelang waktu keberangkatan menuju bandara, para jamaah mulai diarahkan keluar asrama. Sebanyak 24 bus DAMRI telah disiapkan untuk mengangkut seluruh jamaah menuju Bandara Kertajati. Satu per satu jamaah menaiki bus dengan tertib, dibantu oleh petugas yang memastikan tidak ada barang tertinggal. Perjalanan darat ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam.

Sekitar pukul 07.00 WIB 22 April 2026, rombongan jamaah tiba di Bandara Kertajati. Kehadiran mereka disambut dengan kesiapan petugas bandara yang telah berkoordinasi sejak awal. Berkat proses pemeriksaan yang telah dilakukan di asrama, para jamaah dapat langsung diarahkan ke ruang tunggu keberangkatan tanpa harus melalui pemeriksaan ulang yang melelahkan. Hal ini menjadi salah satu bentuk peningkatan layanan yang dirasakan langsung oleh para jamaah. Bertempat di ruang tunggu bandara Kertajati, kami mendenger cerita dari seorang jamaah yang berangkat ibadah haji bersama keluarga besarnya “Puji syukur saya beserta keluarga besar di sini dapat berangkat ibadah haji bersama tahun ini, saya cukup terkesan dengan pelayanan para jamaah haji hari ini karena kami merasa dimudahkan dengan adanya early-check di Asrama Haji dini hari tadi, jadi di bandara ini kami tinggal menunggu giliran masuk ke pesawat saja.” Ujar Nadia Riska

Di tengah aktivitas tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut hadir langsung untuk menyapa para jamaah. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam aspek transportasi. Dalam kesempatan itu, ia berbincang dengan beberapa jamaah, menanyakan kondisi mereka, serta memastikan seluruh fasilitas berjalan dengan baik.

“Saya turut berterima kasih kepada semua pihak yan telah hadir pada kesempatan kali ini yakni perwakilan dari Kementerian Haji, BIJB, Ditjen Imigrasi, Ditjen Bea dan Cukai, dan paling utama Bapak dan Ibu Jamaah Haji dari Kabupaten Indramayu yang pagi ini akan diberkangkatkan menuju tanah suci. Kami dari pemerintah mengharapkan perjalanan Bapak dan Ibu dapat berlangsung dengan lancar dan selamat, menjalankan ibadah haji dengan lancar dan semoga apa yang Bapak dan Ibu kerjakan selama ibadah haji diterima oleh Allah SWT juga Bapak dan Ibu menjadi haji yang mabrur, serta nanti saat kepulangan dapat sampai ke tanah air dengan selamat dan sehat.” Turut hadir pula anggota DPR Komisi VIII Selly Andriany Gantina, yang memantau langsung proses keberangkatan, memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Waktu yang dinanti akhirnya tiba tepat pukul 08.00 WIB, pesawat Saudi Airlines yang membawa jamaah haji kloter pertama bersiap lepas landas. Dari dalam kabin, para jamaah duduk dengan tertib, sebagian terlihat memanjatkan doa sebelum keberangkatan. Ketika pesawat mulai bergerak dan akhirnya terangkat ke langit, sebuah perjalanan panjang resmi dimulai. Perjalanan yang tidak hanya melintasi jarak ribuan kilometer, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna. Dari tanah Indramayu menuju Kertajati, hingga Madinah, langkah para jamaah membawa harapan, doa, dan kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Keberangkatan ini bukan sekadar peristiwa rutin tahunan. Ini adalah kisah tentang penantian panjang, pengorbanan, dan keyakinan yang tak tergoyahkan. Di balik setiap koper yang dibawa, tersimpan cerita hidup yang akhirnya menemukan titik puncaknya. Dan di pagi yang basah oleh sisa hujan itu, Kertajati menjadi saksi awal perjalanan suci yang akan selalu dikenang sepanjang hayat. (LOL-HG-ME-FM)