Direktorat Jenderal Perkeretaapian

Tiga Proyek LRT di Indonesia Diminati IMF dan Bank Dunia

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Sabtu, 21 Juli 2018
Jumlah Dilihat: 286 kali

JAKARTA – International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) berminat mendanai pembangunan LRT (Light Rail Transit) di tiga kota di Indonesia. Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat Rakernas III Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) di Hotel Grandhika, Iskandarsyah, Jakarta, Sabtu (21/7).

“IMF dan World Bank sudah memberikan suatu ruang kepada kita untuk membiayai paling tidak tiga proyek LRT yakni di Medan, Bandung dan Surabaya. Khusus yang di Surabaya akan dikombinasikan dengan trem,” ujar Menhub.

Menhub mengatakan ajang IMF Forum yang akan berlangsung di Bali pada Oktober nanti akan menjadi ajang Indonesia untuk menawarkan proposal bagi ketiga proyek LRT tersebut. Menhub menambahkan dari hal ini terlihat bahwa konsistensi pemerintah untuk melibatkan pihak swasta baik nasional maupun asing dalam pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia khususnya perkeretaapian.

Dengan berminatnya IMF dan Bank Dunia dalam proyek perekeretaapian, ini menandakan bahwa dunia internasional sudah melihat proyek perkeretaapian di Indonesia ini tidak saja harus selalu dibiayai oleh pemerintah, tetapi swasta internasional juga dapat diperkenankan melakukan investasi. Kemudian hal ini juga akan membuat industri perkeretaapian di Indonesia semakin dikenal di mata dunia.

“Industri perkeretaapian ini menjadi industri yang menarik. Karena dari industri perkeretaapian ini kita juga punya kesempatan untuk memberikan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia melalui perusahaan-perusahaan yang sudah handal seperti INKA, LEN, Pindad dan sebagainya. Maka proyek seperti LRT ini bukan sekedar proyek tapi suatu proyek untuk proses belajar guna menjadikan kita bukan saja pengguna tetapi sebagai bangsa yang memproduksi sarana dan prasarana kereta api,” urai Menhub.

Pembangunan LRT di Indonesia, selain diharapkan bisa kurangi kemacetan lalu lintas juga akan bisa merubah gaya hidup penduduk Indonesia untuk beralih ke transportasi massal. Lalu diharapkan secara konsisten angkutan massal ini akan menjadi pilihan dan suatu preferensi dari kota-kota di Indonesia. Kemudian akan terbangun gaya hidup baru bagi masyarakat untuk menjadikan angkutan massal kereta api sebagai suatu pilihan.

“Angkutan massal salah satu solusi bagi perkembangan transportasi perkotaan. Pembangunan MRT dan LRT bukti konsistensi pemerintah membangun angkutan massal. Tidak saja di Jakarta, tetapi juga di kota lain. KA angkutan favorit yang memberikan solusi bagi masyarakat, bagi kota dan memberi solusi jangka panjang bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” sebut Menhub. (HH/TH/RK/BI)