Special Reports

Terminal Tangkoko Bitung Diserahkan ke Kemenhub oleh Pemkot Bitung

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Tuesday, 15 September 2020
View:: 29016 times

BITUNG – Bitung adalah kota pesisir di tanah Minahasa, di sebelah timur laut Sulawesi Utara. Letak geografisnya berada di kawasan yang meliputi daratan berbukit di kaki Gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.

Sebagai salah satu destinasi wisata dengan keindahan panorama pegunungan dan pesona lautnya – Terumbu Karang Bunaken. Kota Bitung memiliki perkembangan yang cepat karena didukung oleh pelabuhan laut yang terbesar di Sulut.

Selain itu, ditunjang juga dengan jalur transportasi udara, dari Bandara Sam Ratulangi untuk menuju Kota Bitung dari Ibukota Sulut Manado, terdapat jalan tol yang ditempuh dalam 2 jam guna mendorong percepatan pembangunan dan perkembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Demikian pula, pembenahan moda transportasi darat salah satunya upaya merehabilitasi dan meningkatkan pengelolaan Terminal Tipe A pada lokasi KSPN. Hal tersebut ditandai dengan serah terima Terminal Tipe A Tangkoko dari Pemerintah Kota Bitung kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Upgrade Lebih Modern

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Imran Rasyid, menjelaskan kegiatan serah terima ini merujuk pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah untuk melakukan tindak lanjut progres penyelesaian pengalihan Terminal Tipe A yang semula dikelola oleh pemerintah daerah menjadi di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Proses pengalihan Terminal Tipe A belum sepenuhnya selesai karena beberapa permasalahan di sejumlah daerah masih menjadi kendala tersendiri dalam progres penyelesaian pengalihan Terminal Tipe A ini,” kata Imran di Bitung, Jumat (4/9) lalu.

Menurut Imran, dari total keseluruhan Terminal Tipe A di seluruh Indonesia yang dialihkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terdapat sebanyak 145 Terminal.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, ada sejumlah 110 Terminal Tipe A yang sudah serah terima operasional dan sisanya ada 35 Terminal Tipe A yang belum dilakukan serah terima operasional. Kata Imran lagi, dari 110 Terminal Tipe A yang sudah serah terima operasional ini, terdapat 89 terminal yang sudah register, 13 terminal proses peralihan aset ke Kementerian Keuangan, dan 8terminal lainnya masih dalam proses verifikasi aset.

Sedangkan dari jumlah 35 Terminal Tipe A yang belum serah terima operasional terdiri dari 7 terminal inventarisasi awal, 9 terminal yang masuk kewenangan Badan Pengelola Transportasi Jakarta, dan 19 terminal tidak diserahkan oleh Pemerintah Daerah.

“Maka itu, perlu dilakukan percepatan penyelesaian tindak lanjut terhadap Hibah Barang Milik Daerah dari Pemerintah Daerah kepada Kementerian Perhubungan berupa Terminal Tipe A yang masih perlu dilakukan penyelesaian yang berkesinambungan,” urai Imran.

Percepatan Pembangunan Pendukung KSPN

Percepatan tindaklanjut yang dilakukan ini, menurut Imran diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap lokasi KSPN yang nantinya akan berkontribusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa mendatang.

Senada dengan penjelasan Imran, pada kesempatan yang berbeda, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan bahwa Serah Terima Terminal Tipe A dari Pemda/Pemkot kepada Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dengan tujuan akan dibangun menjadi terminal modern yang dilengkapi kegiatan bisnis lain, seperti hotel atau mall yang kelak akan menghasilkan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Perhubungan bahwa apa yang ada di pusat seperti terminal atau jembatan timbang harus dinikmati sampai ke bawah hingga masyarakat di daerah-daerah,” ujar Dirjen Budi, saat serah terima Terminal Tipe A Tidar Magelang pada (3/7).

Dirjen Budi menambahkan dalam tahun 2020 ada 15 Terminal Tipe A yang akan dilakukan modernisasi oleh Ditjen Hubdat Kemenhub.

“Terminal-terminal tersebut akan kami tingkatkan kualitasnya, baik menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM), prasarana, dan konsep terminal yang mixed use, di dalam terminal ada kegiatan bisnis lain, sosial, dan bahkan kegiatan pendidikannya,” jelasnya.

Sayangnya Terminal Tipe A Tangkoko tidak termasuk dalam ke 15 Terminal Tipe A di Indonesia yang akan dilakukan peningkatan atau revitalisasinya selama 2020 yakni:

1. Terminal Tipe A Amplas, Medan
2. Terminal Tipe A Leuwipanjang, Bandung
3. Terminal Tipe A Harjamukti, Cirebon
4. Terminal Tipe A Guntur Melati, Garut
5. Terminal Tipe A Pekalongan
6. Terminal Tipe A Mangkang, Semarang
7. Terminal Tipe A Demak
8. Terminal Tipe A Purwokerto, Banyumas
9. Terminal Tipe A Tirtonadi, Surakarta
10. Terminal Tipe A Tamanan, Kediri
11. Terminal Tipe A Mengwi
12. Terminal Tipe A Bolaang Mongondow
13. Terminal Tipe A Induk Lumpue, Pare-Pare
14. Terminal Tipe A Puwatu, Kendari
15. Terminal Tipe A Samarinda

Dirjen Budi berharap kelak UMKM setempat dapat menjadi bagian dari pengembangan modernisasi terminal tersebut, kemudian ada hotel, dan lainnya.

Kalau produk UMKM bisa masuk nanti, ekonomi rakyat terus berputar. Ke depannya mindset masyarakat mengenai terminal tidak seperti dulu lagi. (IS/AS/HG)