Badan Penelitian dan Pengembangan

Sinergikan Penelitian Sektor Transportasi, Kemenhub Bentuk Forum Riset dan Inovasi Transportasi Nasional

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Rabu, 13 November 2019
Jumlah Dilihat: 425 kali

Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Badan Penelitan dan Pengembangan Perhubungan membentuk Forum Riset dan Inovasi Transportasi Nasional sebagai wadah untuk mensinergikan penelitian-penelitian terkait sektor transportasi yang dilakukan berbagai pihak. Diharapkan Forum tersebut dapat mencegah terjadinya duplikasi penelitian yang kurang bermanfaat. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada acara International Conference of Transportation Research and Innovation (ICTRI) Jakarta, Rabu (13/11).

“Kita bersepakat bahwa penelitian-penelitian yang kita lakukan ini agar lebih efektif dan efisien dan dapat menghasilkan penelitian yang langsung dapat dirasakan manfaatnya. Saya berharap forum ini bisa menjadi wadah sinergi bagi para stakeholder perhubungan untuk bersama-sama memberikan solusi untuk transportasi,” jelas Menhub.

Menhub mengatakan, saat ini banyak kegiatan penelitian tentang sektor transportasi yang telah dilakukan oleh Kementerian, lembaga pemerintah, akademisi dan swasta namun belum tersinergi dengan baik sehingga terjadi duplikasi penelitian maupun tidak termanfaatkannya hasil penelitian dengan baik.

"Untuk itu saya mengajak semua yang ada disini untuk mensinergikan apa yang dibuat oleh universitas, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Balitbang Perhubungan dan semua peneliti menjadi suatu inisiasi. Peneliti harus di hargai lebih banyak, harus melakukan terobosan. Satu hal yang tadinya tidak kita pikirkan, mereka (peneliti) memikirkan, dan terjadilah solusi,"ungkap Menhub Budi.

Menhub meminta kepada Badan Litbang Perhubungan untuk melakukan kerjasama di bidang riset sektor transportasi kepada negara-negara tetangga seperti Jepang, Korea, dan Australia.

“Lakukan kerjasama dengan sahabat-sahabat kita yaitu dengan Jepang, Korea, Australia saya juga menyarankan untuk di intensifkan. Karena saya yakin sahabat-sahabat kita memiliki kompetensi yang lebih intensif jadi kita harus belajar dengan mereka. Saya yakin sinergi dan kolaborasi adalah cara yang baik untuk mendapatkan suatu hasil yang baik juga bagi kita semuanya,” tutupnya.

Dalam rangkaian kegiatan ICTRI, Menteri Perhubungan juga turut menyaksikan prosesi penandatangan nota kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan dengan PT. Angkasa Pura I tentang Penelitian dan Pengembangan di Bidang Kebandarudaraan. Serta, penandatanganan kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Australia-Indonesia Centre Monash Universitiy tentang Penelitian Bersama di Bidang Integrasi Transportasi dan Pengembangan Logistik di Bagian Timur Laut Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini telah diawali dengan pelaksanaan kegiatan “call for papers” yang menampung semua hasil penelitian di bidang transportasi yang lebih bersifat penelitian perorangan atau tim. Peserta call for paper sebanyak 146 paper telah diseleksi dan dilakukan penilaian oleh tim juri, terdapat 40 paper yang lolos yaitu untuk tema Integration and Transportation Management sebanyak 16 finalis, Intelligent and Sustainable Transportation sebanyak 9 finalis, Infrastructure and Transportation Technology sebanyak 10 finalis, dan Multimodal Transportation and Logistic sebanyak 5 finalis. Paper yang telah lolos berdasarkan penilaian dari tim juri akan dipresentasikan pada kegiatan seminar hari kedua. Pemenang paper terbaik akan dipublikasikan di Jurnal ternindeks Scopus dan Sinta 2 serta mendapatkan uang tunai.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro serta Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Jamaludin. (LNM/RDL/YSP/HA)