Liputan Khusus

Di Tengah Pandemi, Kemenhub Terus Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Jalan

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Jumat, 25 September 2020
Jumlah Dilihat: 20114 kali

KENDARI – Wabah Covid-19 dan kondisi perekonomian masyarakat yang melemah merupakan dua persoalan yang menjadi beban berat bagi kebanyakan masyarakat dan pelaku usaha saat ini. Diperlukan ketahanan, kesabaran, dan upaya kerja maksimal untuk terus produktif serasa mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan agar terhindar dari covid-19 dan ekonomi tetap berjalan.

Di masa sulit ini, Kementerian Perhubungan berupaya untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sekaligus menekan angka kecelakaan lalu-lintas. Bila mengacu pada data yang dirilis Kepolisian Republik Indonesia, sebagian besar kasus kecelakaan lalu lintas didominasi korban dengan usia produktif.

Penyebab terjadinya kecelakaan lalu-lintas secara universal ada dua faktor utama, yakni: human error dan masalah teknis misalnya kendaraan tidak memenuhi syarat berlalulintas, rem blong, ban pecah, mesin panas terbakar, tidak ada lampu (sorot dan sign), dan masalah teknis lainnya.

Sedangkan dari kesalahan manusia bisa meliputi kondisi sopir mengantuk, mabuk (di bawah pengaruh miras atau narkoba), tidak konsentrasi, emosional (stres/beban pikiran), serta kerap melanggar dalam berlalu-lintas, dan keterampilan mengemudi yang belum mumpuni.

Selama masa wabah Covid-19 berlangsung sejak Maret tahun 2020, tercatat kasus kecelakaan lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh human error. Kendati kepadatan laku lintas jauh berkurang, namun angka/jumlah kecelakaan lalu-lintas tetap tinggi bila dibandingkan kasus kecelakaan yang terjadi di tahun 2019.

Pekan Nasional Keselamatan Jalan

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2020 di Hotel Claro Kendari pada minggu (20/9) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Acara didahului dengan Fun Bike/Gowes dan Webinar “Berkendara Aman dan Selamat di Masa Pandemi Covid-19” sebagai rangkaian memperingati Hari Perhubungan Nasional pada 17 September 2020 yang lalu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, membatasi jumlah peserta, menjaga jarak, dan rangkaian acara diselenggarakan secara virtual.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Imran Rasyid mengungkapkan, tema Pekan Nasional Keselamatan Jalan tahun 2020 ini berfokus pada komitmen untuk menyuarakan keselamatan jalan disertai kepedulian dan peran serta masyarakat tentang pentingnya keselamatan jalan dengan slogan ‘Sayangi Nyawa Suarakan Keselamatan Jalan’.

Prihatin dengan Angka Kecelakaan Tinggi

Imran Rasyid mengungkapkan keprihatiannya atas tingginya angka kecelakaan yang masih sering terjadi. Imran menyitir data Direktorat Lalu-lintas Polri yang menyebutkan pada tahun 2019, jumlah kejadian kecelakaan sebanyak 116.411, meningkat sebesar 7% dari tahun sebelumnya. ‘Semoga tahun 2020 ini angka kecelakaan akan terus menurun,” cetusnya.

Runyamnya, lanjut Imran, kejadian kecelakaan, terjadi sebagian besar pelakunya memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu korban tertinggi adalah pelajar dan mahasiswa sebanyak 71.134 kejadian, sedangkan kejadian dengan rentang usia 10-14 tahun sebanyak 7.129 kejadian, dan kejadian dengan rentang usia 20-24 tahun sebanyak 13.170 kejadian.

Kecelakaan lalu lintas menurut Imran, biasanya terjadi diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Budaya melanggar dalam berlalu lintas di Indonesia dapat dikatakan sangat pesat. "Tingginya angka pelanggaran lalu lintas mengindikasikan semakin rendahnya norma dan etika berlalu lintas serta semakin buruknya budaya keselamatan transportasi jalan di Indonesia," ujar Imran.

Budayakan Berlalu Lintas Sejak Dini

Pakar transportasi, Ir Resdiansyah, ST, MT PhD, yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia akan tetap tinggi jika budaya lalu lintas tidak ditanamkan sejak dini ke masyarakat.

Budaya berlalu lintas, lanjut Resdiansyah, tidak bisa dilakukan melalui pendidikan yang instan, tetapi harus melalui proses jangka panjang, sejak anak-anak sudah diajari berlalu lintas yang baik, mulai dari mengenal rambu-rambu lalu-lintas saat berjalan kaki, bersepeda, hingga berkendara di jalan.

Banyak anak-anak yang tinggal di kota-kota besar di dunia telah diperkenalkan pengetahuan berlalu lintas sejak dini. Mereka juga diperkenalkan mainan digital atau simulator mengendarai motor maupun mobil dengan budaya berlalu lintas yang benar. Di Indonesia hal ini belum banyak dilakukan.

Budaya Kebut-Kebutan yang Primitif

Di beberapa kota di Indonesia, anak-anak muda banyak yang mengendarai motor atau mobil dengan melakukan kebut-kebutan/balapan liar di jalan raya yang lengang pada waktu-waktu tertentu. Ada anggapan di kalangan remaja bila menang/juara tidak hanya disanjung tetapi juga mendapat kompensasi tertentu – sebagai anjang taruhan. Ini adalah kelakuan yang primitif. Mereka tidak memahami bahwa mengendarai motor/mobil yang tidak mengindahkan aturan lalu lintas membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain, jika terjadi kecelakaan dapat menyebabkan kematian bagi diri sendiri, dan juga menyebabkan kematian bagi orang lain.

Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI), Jeffry JP justru melihat bahwa remaja yang memiliki hobi mengendarai automotif sedini mungkin bisa diarahkan untuk bergabung dengan club-club olahraga kendaraan bermotor.

Mereka, lanjut Jeffry, dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya tentang kendaraan bermotor dan juga teknik balapan di arena balab yang professional dan juga memahami berlalulintas di jalan raya.

Jeffry menambahkan untuk menjadi pembalap yang tangguh, anak muda harus memiliki disiplin, sportifitas, serta latihan yang keras. Sedangkan para remaja yang hobi balapan liar di jalan raya umumnya menggunakan obat atau memakai miras, untuk meningkatkan keberanian. “Sedangkan pembalap professional sekali tertangkap menggunakan narkoba, langsung dicoret dari keanggotaan IMI, “ tegas Jeffry.

Sekjen IMI itu menambahkan, tidak menutup kemungkinan orang yang mempunyai hobi kebut-kebutan di jalan raya dapat menyalurkan bakatnya untuk mengikuti dan terjun di arena balap. Mereka bisa menjadi pembalap/pereli professional. Sudah banyak pereli nasional, semisal dari Keluarga Sungkar (pereli dan pembalap Nasional), sedang di kelas dunia seperti Valentino Rossi (pembalap Motor GP) banyak diidolakan kalangan anak muda dunia.

Fun Bike yang Fun

Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) yang pencanangannya dilakukan di Kota Kendari tersebut, diawali dengan melaksanakan kegiatan bersepeda bersama, Fun bike yang fun, dengan protokol kesehatan, yang diikuti oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

Animo masyarakat dalam menggunakan sepeda sebagai alternatif transportasi dan olahraga pada masa pandemi ini sangat tinggi.

Kementerian Perhubungan baru saja merilis Peraturan Menteri Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan sebagai salah satu bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap keselamatan para pesepeda.

"Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak atas kerja kerasnya, inisiatif dan peran aktifnya, sebagai bentuk nyata kepedulian serta tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan di jalan," imbuh Imran.

Acara PNKJ 2020 di Hotel Claro Kendari turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Endang Abbas, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara, Benny Nurdin Yusuf, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hado Hasina, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar, dan klub-klub sepeda yang ada di Sulawesi Tenggara.

Dari Kendari, Sulawesi Tenggara, pesan keselamatan berlalu lintas disuarakan ke seluruh negeri agar kegiatan masyarakat luas di negeri ini dalam berkendara dan berlalu lintas di jalan dilakukan dengan aman dan nyaman. (IS/AS/HG)