Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

DEPARTMENT OF TRANSPORTATION SUPPORT THE COOPERATION BETWEEN SOUTH SUMATRA WITH PT PELINDO II

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Jumat, 03 Juli 2009
Jumlah Dilihat: 3922 kali

(Jakarta, 03/07/09) Departemen Perhubungan sepenuhnya mendukung kesepakatan kerjasama antara PT Pelindo II dengan Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan untuk usaha pengembangan transportasi intermoda yang mengintegrasikan pelabuhan laut dan pelabuhan sungai di Sumatera Selatan sebagai sarana distribusi produk sumber daya wilayah tersebut, khususnya batubara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal dalam sambutannya saat Departemen Perhubungan menjadi tuan rumah acara penandatangan kesepakatan bersama tersebut Kamis 2 Juli 2009. Pada penandatanganan kerjasama yang dihadiri pula Menteri Negara BUMN Sofyan Jalil itu PT Pelindo II diwakili oleh Direktur Utamanya, R. J. Lino dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diwakili oleh Gubernur Alex Nurdin.

Menhub mengatakan bahwa integrasi moda laut dan moda sungai dengan memanfaatkan potensi alur Sungai Musi sebagai sarana angkutan batubara merupakan suatu gagasan yang visible. Menhub berharap bahwa dengan disepakatinya kerjasama pengembangan fasilitas pelabuhan dan infrastruktur transportasi sungai ini, kualitas transportasi dapat ditingkatkan dengan lebih efisien sehingga dapat dicapai optimalisasi dalam pemanfaatan sarana dan prasarana transportasi. Pada akhirnya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi batubara dan pendistribusiannya baik untuk kebutuhan ekspor maupun domestik.

“Hal ini merupakan upaya strategis untuk mendorong perkembangan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan karena Sungai Musi adalah sarana transportasi yang lebih efisien,” ujar Menhub.

Perlu diketahui bahwa saat ini Sumatera Selatan memiliki kandungan cadangan batubara sebesar 22 milyar ton dan dapat diproduksi lebih dari 50 juta ton setiap tahunnya. Namun dari jumlah tersebut, saat ini baru dapat diproduksi 9,5 juta ton per tahun, dan didistribusikan hanya sampai dengan 7,5 juta ton pertahun, mengingat masih terbatasnya sarana transportasi yang selama ini menggunakan fasilitas kereta api dari Tarahan dan Kertapati.

“Dengan gambaran harga batubara dan kondisi mahalnya harga BBM berdasarkan harga crude oil, maka gagasan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin untuk memanfaatkan kandungan cadangan batubara sebesar 22 milyar ton yang terdapat di Sumatera Selatan merupakan langkah nyata dalam rangka memajukan ekonomi daerahnya. Departemen Perhubungan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap gagasan itu dan harus diupayakan agar gagasan tersebut terwujud,” lanjut Menhub.

Selanjutnya, Menhub menjelaskan bahwa kerjasama antara PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ini juga didukung oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran pasal 188 ayat (1). Dalam rezim UU baru tersebut telah diatur bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan daerah untuk mengusahakan alur pelayaran. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan dan Pembagian Kewenangan yang luas kepada daerah untuk pembangunan dan pengoperasian alur sungai. Di akhir sambutannya, Menhub mengharapkan langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ini juga diikuti oleh Pemerintah Provinsi lainnya di Indonesia untuk memajukan daerahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero), R. J. Lino menjelaskan bahwa program kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak meliputi pengembangan sarana dan prasarana kepelabuhanan di Pelabuhan Muara Abab/Sekayu yang akan dijadikan Coal Landing River Port, dan akan dilengkapi dengan 5 unit loading conveyor yang memiliki daya angkut 500 ton/jam, pembangunan stockpile seluas 50 hektar dan terminal seluas 100 hektar. Di Banyuasin, di atas lahan seluas 100 hektar akan dibangun Coal Transshipment Port yang dilengkapi dengan loading jetty sebanyak 2 tambatan yang dapat melayani kapal/tongkang dengan ukuran 50 ribu hingga 150 ribu DWT serta unloading jetty untuk tongkang ukuran 6 ribu DWT sebanyak 4 tambatan, dan stockpile seluas 50 hektar. (RD)