Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Coba TransJabodetabek Premium, Menhub Targetkan Kurangi Kendaraan Pribadi

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 19 September 2017
Jumlah Dilihat: 1986 kali

Jakarta. TransJabodetabek Premium rute Mega City Bekasi – Plaza Senayan telah hampir satu bulan di uji coba. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hari ini (19/9) mencoba langsung layanan angkutan bus premium tersebut dari Mega City Bekasi menuju Plaza Senayan di Jakarta Pusat.

Menhub Budi menargetkan dengan pengoperasian TransJabodetabek Premium ini dapat mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan raya.

"Target kita adalah mengurangi kendaraan pribadi karena yang membuat padat lalu lintas ini kendaraan (pribadi), kalau semua pengendara jadi satu itu akan mengurangi kepadatan di jalan raya," kata Menhub di bus TransJabodetabek Premium, Selasa (19/9).

Akan tetapi, lanjutnya dalam uji coba ini dianggap belum maksimal karena menurutnya masyarakat harus berganti-ganti sarana transportasi untuk satu kali keberangkatan dari rumah ke titik keberangkatan hingga tiba di tempat tujuan. Oleh karena itu Menhub menginisiasi agar angkutan bus dilakukan dari satu titik ke titik yang lain.

"Saya pikir kita juga harus lebih kreatif, kita mungkin juga harus melakukan angkutan bus point to point artinya (misalnya) dari Jababeka ke Thamrin, dari Lippo Cikarang langsung ke mana, dari Kemang Pratama menuju tempat tertentu," jelasnya.

Menhub berharap TransJabodetabek Premium ini nantinya menjadi suatu angkutan alternatif pilihan bagi masyarakat. Menhub berpendapat meskipun nantinya akan ada LRT tetapi bus tetap menjadi alternatif masyarakat.

Ditemui pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan waktu tempuh TransJabodetabek Premium dari Bekasi - Jakarta tidak lebih dari 90 menit dan selama uji coba sejak 7 September 2017 pada jam sibuk waktu tempuh Bekasi – Senayan hanya memakan waktu 1 jam 20 menit.

"KPI (key performance indicators) kami point to point tidak boleh lebih dari 1 jam 30 menit dan selama uji coba sebulan ini pada jam sibuk di hari Senin waktu tempuh Bekasi – Senayan memakan waktu 1 jam 20 menit," ujarnya.

Bambang menambahkan dengan adanya TransJabodetabek ini pemerintah ingin memindahkan 50% pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Senada dengan Menhub, Bambang berharap warga Bekasi dapat mengoptimalkan penggunaan layanan ini.

Sebagai informasi TransJabodetabek Premium dilengkapi sejumlah fasilitas yang dapat memanjakan penumpang, seperti bus full AC, kursi yang sangat nyaman dilengkapi sabuk pengaman, wifi gratis, dan yang terutama bus ini nantinya menggunakan Jalur Khusus Angkutan Umum (JKAU) di jalan tol.

Untuk menikmati layanan bus TransJabodetabek Premium ini penumpang cukup membayar Rp 20.000,- tiap penumpang untuk satu kali perjalanan. Bahkan bagi penumpang yang memarkirkan kendaraan pribadinya di Mega City Bekasi nantinya hanya cukup membayar tariff parkir flat Rp 10.000 di Mega City Bekasi, cukup dengan menunjukan tiket TransJabodetabek Premium.

Saat ini baru ada 3 bus dengan masing-masing 3 trip yang melayani penumpang dari Mega City Bekasi dan dari Plaza Senayan pada jam sibuk. Untuk rute Mega City Bekasi - Plaza Senayan tersedia mulai pukul 05.45, pukul 06.05, dan pukul 06.25. Sedangkan untuk rute Plaza Senayan - Mega City Bekasi tersedia pada pukul 16.45, pukul 17.15, dan pukul 17.45.

Kedepan, tidak hanya rute TransJabodetabek Premium Mega City Bekasi ke Plaza Senayan saja yang ada, namun juga dari akses tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur ke Bunderan HI dan ke pusat-pusat kegiatan lainnya di Jakarta.

Dengan adanya layanan TransJabodetabek Premium ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan angkutan umum perkotaan di Jabodetabek dan juga sebagai alternatif solusi perbaikan tingkat layanan jalan ruas tol Bekasi - Tol Dalam Kota Jakarta yang saat ini lalu lintasnya sudah sangat padat.

Selain Kepala BPTJ, turut mendamping Menhub dalam uji coba kali ini Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hindro Surahmat, Direktur Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Tatan Rustandi, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono, dan sejumlah pejabat terkait Kementerian Perhubungan. (GD/TH/BS/BI)