Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah bertekad untuk menggerakkan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung rencana tersebut pemerintah menyiapkan berbagai infrastruktur sebagai akses menuju destinasi wisata. Indonesia memiliki beraneka ragam wisata seperti wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah dan wisata kuliner yang merupakan ciri khas kearifan lokal suatu daerah. Tempat–tempat tujuan wisata Indonesia banyak di daerah–daerah terpencil, sehingga perlu dukungan akses transportasi.


Kementerian Perhubungan berupaya membangun dan mengembangkan Bandar Udara (Bandara) untuk daerah terpencil untuk mendukung pariwisata. “Kita bangun infrastruktur bandar udara. Minimal bandara di ibu kota provinsi bisa didarati jenis pesawat seperti A320 dan B 737,” jelas Suprasetyo di sela–sela penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015 di Balai Sidang Jakarta, Jumat (3/4).

Dengan pesawat berbadan lebar, maka dapat mengangkut penumpang lebih banyak, sehingga harga tiket transportasinya lebih murah. “Dibanding dengan pesawat kecil yang membawa sedikit, penumpang yaitu sekitar 7 sampai 10 orang, pesawat berbadan lebar tiketnya lebih murah,” kata Suprasetyo.

Kemenhub lanjut Suparestyo, pada tahun 2015 berinvestasi sebesar Rp. 11 triliun untuk membangun bandar udara di 57 lokasi daerah rawan bencana¸ 49 lokasi daerah terisolir dan 26 lokasi daerah perbatasan dengan negara tetangga. Selain itu juga melakukan perpanjangan landasan 19 bandara, pembangunan terminal baru 14 lokasi, dan peningkatan fasilitas keamanan di 118 lokasi.

“Untuk landasan yang masih pendek,kita perpanjang minimal 2.250 meter agar bisa didarati pesawat nero body,” terang Suprasetyo.

Di tempat sama, Direktur Pemasaran Tujuan Wisata Kementerian Pariwisata Esty Retno Astuti mengungkapkan, daerah–daerah tujuan wisata Indonesia berada di daerah–daerah terpencil, sehingga perlu akses transportasi. “Destinasi wisata yang menarik banyak berada di daerah terpencil, sehingga susah dijangkau, karena akses transportasinya yang tidak ada,” ungkap dia. Karena itu, ia meminta Kementerian Perhubungan agar membangun infrastruktur transportasi di daerah–daerah tujuan wisata. “Seperti membangun atau mengembangkan bandara, sehingga akses transportasinya mudah dan murah bisa dijangkau wisatawan,” harap Esty. (SNO)