(Jakarta, 02/02/10) Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan bahwa jumlah penumpang kapal laut beberapa tahun belakangan memang mengalami penurunan. Namun Wamenhub berharap tahun depan penumpang kapal laut dapat meningkat seiring dengan meningkatnya konektivitas laut, bertambahnya kapal laut baru, dan pelayanan penyeberangan. Hal tersebut diungkapkan Wamenhub seusai menguji coba Kartu Jakcard di Stasiun Gambir, Jakarta pada hari Selasa (02/02/10).
“Kita sedang menata cetak biru penyeberangan dan tatanan kepelabuhan baru,” jelas Wamenhub. Wamenhub mengatakan bahwa peralihan penumpang dari kapal laut ke pesawat tidak mengalami perubahan terlalu drastis.
Ketika disinggung mengenai bagaimana meningkatkan jumlah penumpang kapal laut, Wamenhub menegaskan kembali bahwa fungsi dari pemerintah dalam perhubungan tidak dilihat dari bagaimana meningkatkan jumlah penumpang pada salah satu moda transportasi namun melayani pergerakan barang dan jasa yang menjadi aktivitas perekonomian. “Ekonomi membutuhkan pergerakan yaitu pergerakan barang dan manusia. Pergerakan barang ada di bottle necking dengan logistik lebih baik, pergerakan manusia dengan faktor demand. Naik turun relatif, tergantung kegiatan ekonomi. Tugas kita meningkatkan pelayanan dengan standar pelayanan tertentu,” Wamenhub menjelaskan. (ARI)







(Jakarta, 10/03/10) Maskapai Batavia Air tahun ini berencana untuk membuka rute reguler Denpasar-Dili, Timor Leste menggunakan pesawat Airbus 319. Namun pemerintah meminta agar maskapai tersebut menunda rencananya untuk sementara, karena saat ini belum ada perjanjian penerbangan antara Indonesia dan pemerintah Timor Leste.
(Jakarta, 10/03/10) Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta sempat ditutup sementara oleh PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara, Rabu (10/3), petang. Akibat penutupan ini sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju bandara tersebut terganggu.
(Sukabumi, 10/03/10) Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian tengah menyiapkan revitalisasi perlintasan antara Stasiun Bogor hingga Stasiun Sukabumi, Jawa Barat. Direncanakan, akhir tahun 2010 dilakukan peningkatan mutu lintasan dengan memperbarui rel sepanjang 26 kilometer dari Bogor menuju Cicurug, Sukabumi. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, upaya ini untuk meningkatkan daya dukung terhadap pendistribusian logistik angkutan barang produksi dari kawasan di sepanjang perlintasan tersebut menuju Jakarta.