Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
© 2009 All Rights Reserved


Sedang proses, harap tunggu...

  • Sampaikan pengaduan anda ke nomor : 0813-111111-05. Akses portal Dephub melalui perangkat mobile ketik : http://m.dephub.go.id. Utamakan Keselamatan Dalam Penyelenggaraan Transportasi. Keselamatan Jalan Tanggung Jawab Kita Bersama. Ciptakan Keselamatan, Keamanan, Kenyamanan Transportasi Yang Efektif Dan Efisien.
Berita  Berita Umum  PENGAMBILAN KEBIJAKAN SEKTOR TRANSPORTASI BUTUH PARADIGMA BARU Print
PENGAMBILAN KEBIJAKAN SEKTOR TRANSPORTASI BUTUH PARADIGMA BARU

(Jakarta, 3/2/10) Sektor transportasi nasional membutuhkan paradigma baru, di mana proses pengambilan kebijakan harus melibatkan peran serta aktif anggota masyarakat. Hal ini bertujuan agar proses pengimplementasian kebijakan di lapangan berjalan lancar serta dan tidak mendapatkan penentangan.

”Setiap kebijakan yang dihasilkan harus dikonsultasikan kepada publik. Jadi, harus dipastikan masyarakat mendapatkan akses informasi atas kebijakan transportasi kita," jelas Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat membuka workshop bertajuk 'Transportations Safety Awareness' di Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (3/2).

Sebagai contoh, imbuh Wamenhub, apa pun rumusan keselamatan transportasi yang dihasilkan dalam workshop yang merupakan hasil kerja sama antara Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP) dan Kementerian Perhubungan tersebut harus dikomunikasikan kepada masyarakat.


Menurut Wamenhub, transportasi adalah wajah sosial yang mencerminkan kondisi suatu bangsa. Seluruh aktivitas transportasi yang terjadi sendiri merupakan turunan langsung dari aktivitas sosial ekonomi masyarakat. ”Karena itu dimensi sosial menjadi sangat vital dalam menyelesaikan masalah transportasi. Masalah transportasi tidak hanya cukup dengan menyertakan dimensi teknis saja,” tegas Wamenhub.

Penyertaan masyarakat secara aktif dalam proses pengambilan sebuah kebijakan di sektor transportasi, lanjutnya, harus dilakukan Kementerian Perhubungan ke depan dengan mengedepankan aspek-aspek sosial. ”Fenomena perubahan dari tatanan pemerintahan yang otoriteritarianisme kepada tatanan yang demokratis saat ini, juga berimbas pada sistem transportasi. Kepada kawan-kawan di Kementerian Perhubungan, saya meminta kita untuk lebih membuka diri dengan melihat pendapat-pendapat tentang transportasi dari luar agar bisa membuat kebijakan yang pro-masyarakat. Keterbukaan informasi, itu yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” jelas Wamenhub.

Indonesian Transport Safety Assistance Package adalah program kerjasama keselamatan transportasi hasil kerja sama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia melalui Kemenhub. "Proyek ini kerjasama ini sudah berjalan sejak 2007. Ada berbagai macam strategi perencanaan keselamatan yang kami rumuskan bersama Kemenhub setiap tahunnya," kata Direktur ITSAP David Ramsey, dalam sambutannya.

Strategi perencanaan keselamatan yang dirumuskan bersama itu meliputi sektor moda transportasi laut, penerbangan, maupun transportasi darat. Banyak pihak dilibatkan dalam merumuskan strategi keselamatan transportasi, seperti Civil Aviation Safety Authority Australia, Australia SafetyTransportation Bureau, KNKT, dan Basarnas. ”Untuk kali ini, kali melibatkan Pusat Komunikasi Publik Kemenhub untuk mempublikasikan pesan keselamatan ke seluruh Indonesia,” pungkas David.

Kepala Puskom Publik Bambang S Ervan menambahkan, pesan keselamatan yang selama ini disebarkan memang masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. ”Output, atau apa saja yang sudah dikerjakan sudah terlihat. Tetapi outcomes-nya, atau hasil dari apa yang sudah dilakukan itu yang belum ada. Misalnya, jembatan penyeberangan orang sudah di bikin, tetapi masih banyak yang menyeberang jalan malah di bawah jembatan dan mengabaikan keselamatan,” paparnya.

”Karena itu, kita akan ubah pola komunikasinya. Akan lebih dikentalkan pendekatan sosial, baik kepada masyarakat maupun aparat Perhubungan. Karena kalau pendekatan teknis saja tidak akan cukup. Jangan sampai mereka abaikan keselamatan itu. Kita ingin masukkan kesadaran-kesadaran itu,” tandas Bambang.

Sebagai nara sumber tamu kegiatan ini adalah Dr. Linda S. Ibrahim Ketua Departemen Sosiologi Universitas Indonesia, yang memberikan materi tentang kerangka konsep pendekatan sosiologi dalam penyusunan kebijakan transportasi. Dalam paparannya Dr. Linda S Ibrahim menguraikan dengan sistematis kompleksitas permasalahan sosial yang mengiringi penyelenggaraan transportasi, dan bagaimana seharusnya menyikapi fenomena tersebut. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
PENYUSUNAN PP 56 DAN PP 72 UU PERKERETAAPIAN SUDAH SESUAI PROSEDUR YANG BENAR

(Jakarta, 11/03/10) Penyusunan Undang-Undang No. 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, serta seluruh regulasi dalam bentuk peraturan pemerintah yang menjadi turunan UU tersebut, telah melalui proses yang benar dengan melibatkan semua pihak terkait termasuk PT Kereta Api. Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan sebagai jawaban atas tuntutan Serikat Pekerja PT Kereta Api (SPKA), yang meminta pemerintah mengembalikan penyelenggaraan prasarana kereta api kepada perusahaan, serta merevisi PP Nomor 56 dan 72 yang dianggap bertentangan dengan UU 23/2007.

Baca Selengkapnya
BATAVIA AIR DIMINTA TUNDA PENERBANGAN REGULER KE DILI

(Jakarta, 10/03/10) Maskapai Batavia Air tahun ini berencana untuk membuka rute reguler Denpasar-Dili, Timor Leste menggunakan pesawat Airbus 319. Namun pemerintah meminta agar maskapai tersebut menunda rencananya untuk sementara, karena saat ini belum ada perjanjian penerbangan antara Indonesia dan pemerintah Timor Leste.

Baca Selengkapnya
TERGANGGU CUACA, BANDARA ADI SUTJIPTO DITUTUP SEMENTARA

(Jakarta, 10/03/10) Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta sempat ditutup sementara oleh PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara, Rabu (10/3), petang. Akibat penutupan ini sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju bandara tersebut terganggu.

Baca Selengkapnya
PEMERINTAH MULAI HIDUPKAN JALUR LOGISTIK KA LINTAS SUKABUMI-BOGOR-JAKARTA

(Sukabumi, 10/03/10) Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian tengah menyiapkan revitalisasi perlintasan antara Stasiun Bogor hingga Stasiun Sukabumi, Jawa Barat. Direncanakan, akhir tahun 2010 dilakukan peningkatan mutu lintasan dengan memperbarui rel sepanjang 26 kilometer dari Bogor menuju Cicurug, Sukabumi. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, upaya ini untuk meningkatkan daya dukung terhadap pendistribusian logistik angkutan barang produksi dari kawasan di sepanjang perlintasan tersebut menuju Jakarta.

Baca Selengkapnya
Berita Terpopuler
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 2 Maret 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 2 Maret 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 1 Maret 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 1 Maret 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 Februari 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Februari - 1 Maret 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 Februari 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Februari 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 23 Februari 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 23 Februari 2010

Kolom Redaksi