Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

Tinjau Bandara Bali, Menhub Berikan Catatan Penting

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Sabtu, 31 Desember 2016
Jumlah Dilihat: 600 kali

BALI - Dalam kunjungannya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan beberapa catatan kepada kalangan penerbangan dalam menghadapi angkutan tahun baru 2017, Sabtu (31/12).

"Safety dan security itu sangat penting untuk kelancaran perjalanan kita. Jadi jangan sampai ada satu alat yang bermasalah karena akan menganggu kelancaran seluruh sistem," jelas Menhub.

Diperkirakan puncak kedatangan penumpang di Bali terjadi 23-24 Desember 2016 dan 1-3 Januari 2017.

"Dalam keadaan peak season tanggal 1 sampai dengan 4 harus dilakukan pengamatan, kalau rata-rata okupansi 98% maka tidak boleh ada satu flight yang bermasalah," tambah Menhub

Otoritas Bandara Ngurah Rai sendiri sudah menerima 613 permintaan tambahan penerbangan. diantaranya Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, Sriwijaya, Nam Air, dan Lion Air. Angka tersebut menunjukkan rata-rata ada tambahan 28 penerbangan sehari.

"Dalam waktu dekat Rusia juga ingin meminta tambahan slot. Beberapa dubes lain juga meminta hal yang sama. Ini merupakan potensi yang bagus dalam lingkup internasional," papar Menhub

Secara kumulatif, total penerbangan mencapai 333 penerbangan, jumlah ini meningkat 14 persen dari 291 penerbangan pada periode yang sama tahun lalu. Untuk jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 31.901 penumpang atau 3.96% dari tahun 2015 yang sebesar 31.303 penumpang.

"Kita beri kesempatan dan peluang swasta untuk berkembang. Kita tunjukkan bahwa kita mampu melayani orang dengan baik melalui perbaikan safety dan security," tambah Menhub

Dalam kunjungannya Menhub Budi juga mengingatkan kembali para petugas Bandara atau Aviation Security untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan lebih ketat dalam pemeriksaan terhadap penumpang maupun pilot dan kru airline yang mabuk atau membawa narkoba.

"Avsev harus meningkatkan kualitas keamanan, jika ada yang tidak sesuai aturan jangan diperbolehkan naik ke maskapai," tegas Menhub.

Menhub juga menambahkan maskapai penerbangan harus lebih ketat dalam mengawasi pelaksanaan prosedur penerbangan. "Walaupun dikatakan paranoid, setiap maskapai harus lebih ketat mengawasi pelaksanaan prosedur penerbangan," tandas Menhub.

Otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sendiri mulai menyiagakan posko terpadu untuk mengawasi angkutan selama libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Posko ini berada di terminal domestik yang beroperasi 24 jam selama 22 hari sejak tanggal 18 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017. (LFH/TH/BS/BSE)