Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

Tim Khusus Kemenhub Peringatkan Operator Kapal Patuhi Larangan Berlayar Jika Terjadi Cuaca Buruk

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Minggu, 09 Juni 2019
Jumlah Dilihat: 400 kali

Ambon – Tim khusus Kementerian Perhubungan yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi memperingatkan operator kapal untuk mematuhi larangan berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan jika terjadi cuaca buruk. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Sabtu (8/6).

“Kita tidak bisa menyalahkan takdir atau yang Maha Kuasa jika terjadi musibah kapal tenggelam karena cuaca buruk. Karena kita bisa mencegahnya ketika cuaca tidak memungkinkan untuk kapal berangkat, maka kita bisa tunda atau larang kapal untuk berangkat dan operator kapal harus mematuhi itu,” jelas Cris Kuntadi.

Lebih lanjut Cris Kuntadi mengatakan, pihak Kemenhub melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, secara aktif terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mempunyai informasi terkini kondisi cuaca, sebagai dasar untuk membuat Maklumat Pelayaran berupa pelarangan kapal untuk berlayar serta tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) selama cuaca tidak bersahabat.

Cris Kuntadi mengungkapkan, jika terdapat kejadian kapal tetap berlayar dalam kondisi yang buruk, pihaknya akan memberikan sanksi kepada operator kapal sesuai ketentuan yang berlaku. Begitupun jika ada kelalaian dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, akan diambi tindakan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Cuaca di sekitar perairan Ambon, Maluku akhir-akhir ini kurang bersahabat sehingga beberapa kali Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ambon mengeluarkan peringatan dini agar kapal-kapal menunda keberangkatannya.

“Terjadi keterlambatan sandar kapal Tidar karena pemberangkatan dari pelabuhan asal ditunda sehubungan cuaca ekstrim (gelombang tinggi). Kapal Tidar baru sandar pukul 20.00 WIT dari jadwal yang seharusnya tiba pukul 14.00 WIT. Namun, calon penumpang cukup pengertian untuk menunggu,” imbuhnya.

“Secara umum pelayanan dan ketersediaan kapal pada pelayanan Angkutan Lebaran di Ambon lebih baik dibandingkan tahun lalu dan dilaporkan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 6 persen dibandingkant tahun lalu,” tandas Cris Kuntadi. (RDL/CA/HA)