SEMARANG – Pembangunan terminal baru Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang menunjukkan progres yang menggembirakan. Terminal baru bandara ini ditargetkan beroperasi pada Mei tahun ini dan sudah dapat dioperasikan untuk melayani para penumpang sebelum Lebaran. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo saat mengunjungi Bandara Ahmad Yani, Kamis (22/3).

"Jelang lebaran tahun ini diharapkan terminal baru Bandara Ahmad Yani sudah bisa digunakan sekalipun keseluruhan penyelesaian belum 100 persen. Saya datang ke sini meninjau atas perintah Bapak Menteri Perhubungan untuk melihat kesiapannya," ujar Sugihardjo yang biasa disapa Jojo.

Sebagai Ibu Kota Jawa Tengah bagaimana terminal baru bandara Ahmad Yani di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini mampu meningkatkan kualitas layanan, karena bandara yang sekarang ada itu kapasitas desainnya hanya mampu menampung 800 ribu penumpang per tahunnya dan luas area hanya 5800 m2.

"Dengan pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang ini untuk menjawab solusi permasalahan over kapasitas jumlah penumpang setiap tahunnya. Nantinya dengan pembangunan terminal baru ini dapat menampung 6 juta penumpang per tahun dan akan lebih besar 9 kali lipat dari Bandara Adi Soemarmo Surakarta dan lebih besar dari Bandara Hassanudin Makassar," jelas Jojo.

Bandara Ahmad Yani akan menjadi pendukung kegiatan ekonomi dan sosial di Ibukota Jawa Tengah ini.

"Proyek pembangunan Bandara Baru Ahmad Yani merupakan salah satu Program Strategis Nasional atau PSN yang menjadi prioritas untuk melayani masyarakat," tambah Jojo.

Dalam kesempatan itu, Jojo juga mengingatkan agar material yang digunakan untuk bangunan bandara itu digunakan yang berkualitas tahan lama dan aman mengingat merupakan gedung publik. "Kaca dan lantai misalnya harus dipilih yang berkualitas agar aman untuk publik," ujar Jojo.

Jojo juga mengapresiasi progres pembangunan terminal penumpang baru Bandara Ahmad Yani Semarang. "Dari sisi teknik baik dan bahan bangunan juga bagus. Progres fisik pembangunan sesuai target," puji Jojo.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul, mengatakan proses pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani saat ini terus dilakukan agar penyelesaiannnya sesuai target.

Wendo juga menjelaskan untuk Paket I yang mencakup akses jalan menuju terminal baru, sudah selesai 100 persen. Demikian juga Paket II yang mencakup jalan penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat juga sudah selesai 100 persen.

Sementara Paket III yang terdiri sari terminal penumpang selesai 63 persen dan Paket IV baru selesai 10 persen," ungkapnya.

Tentunya, sebelum bisa dioperasionalkan bandara itu akan dilakukan verifikasi antara lain oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memastikan keamanan dan kenyamanan sesuai aturan berlaku.

Luasan apron terminal baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo.

Bandara Ahmad Yani nantinya diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri.

Bandara itu mengusung konsep bandara terapung yang dipadukan dengan konsep "eco-green airport" sehingga menjadikan bandara ini sebagai bandara dengan terminal terapung pertama di Indonesia.

Disebut sebagai bandara terapung karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang dan metode prefabricated vertical drain (PVD) untuk memadatkan lahan lunak tersebut.

PVD sendiri merupakan sistem drainase buatan yang dipasang di dalam lapisan tanah lunak.

Turut hadir dalam kunjungan kerja antara lain Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose, Kepala Otoritas Bandara Wilayah Surabaya Dadun Kohar. (YP/TH/LP/BI)