Liputan Khusus

Sektor Transportasi Siap Dukung Roda Perekonomian Nasional

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 25 Januari 2021
Jumlah Dilihat: 68431 kali

Jakarta – Pemerintah optimis perekonomian nasional akan bangkit, seperti harapan Presiden Joko Widodo, dengan penerapan protokol kesehatan di semua infrastruktur penunjang kinerja sektor perekonomian di era pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Presiden pada saat acara peresmian pembukaan Kompas 100 CEO Forum Tahun 2021 secara virtual dari Istana Negara, kompleks Istana, Rabu (20/1) lalu.

Presiden Jokowi mengatakan, Pemerintah semakin optimis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan melihat indikator angka indeks kepercayaan konsumen sudah berada di angka 92 dan angka purchasing manager index juga sudah berada di angka 51,3. “Angka Ini sudah hampir mencapai kondisi perekonomian, normal sebelum pandemi,” tandas Jokowi dalam sambutannya.

Sektor Transportasi Mendukung

Untuk memenuhi harapan Pemerintah agar roda perekonomian nasional bisa bergulir pada tahun 2021, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dapat memastikan semua moda transportasi baik darat, laut, udara, dan KA siap mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Kesiapan sektor transportasi, Menhub Budi menjelaskan terkait adaptasi kebiasaan baru di era pandemi Covid-19, sesuai instruksi Presiden, sektor transportasi harus dapat memutus mata rantai penyebaran Virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Terkait kebijakan tersebut, menurut Menhub Budi, pemerintah akan melanjutkan program subsidi untuk sektor transportasi pada angkutan darat, laut, dan udara pada tahun 2021. Hal ini bertujuan untuk menopang daya beli masyarakat yang menurun terutama di wilayah-wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) atas jasa transportasi.

Menhub Budi menambahkan subsidi angkutan laut terdiri dari dua jenis yakni angkutan laut penumpang dan angkutan laut logistik. Ini juga termasuk subsidi untuk program tol laut yang diyakini dapat menekan disparitas harga antara Indonesia bagian barat dengan timur. "Ada juga subsidi untuk angkutan udara dan angkutan darat. Untuk angkutan darat misalnya, kami bekerja sama dengan pengusaha pengusaha angkutan darat, kami berikan buy the service (BTS)," jelasnya.

Sebelumnya, skema subsidi BTS pada tahun 2020 lalu difokuskan di lima kota, yakni Solo, Denpasar, Palembang, Medan, serta Yogyakarta. Lewat skema ini pemerintah membeli jasa layanan bus dari operator dengan harga jasa yang ditentukan berdasarkan perkiraan biaya operasional kendaraan (BOK). BTS juga dilakukan dengan mekanisme lelang berbasis standar pelayanan minimal (SPM) atau quality licensing.

Selanjutnya, pemerintah bakal memberikan subsidi 100 persen untuk melaksanakan SPM itu sesuai yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Tahun 2020, meliputi aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Menhub Budi menilai strategi tersebut efektif untuk mendorong perbaikan serta peningkatan kualitas transportasi umum massal darat di kota-kota besar yang ada di Indonesia. "Sehingga angkutan angkutan darat yang tidak ekonomis dilakukan oleh swasta kita berikan subsidi," imbuhnya.

Di luar itu, subsidi untuk transportasi kereta api juga akan terus dilanjutkan baik kereta perkotaan maupun jarak jauh. Tak hanya itu Pemerintah juga terus mendorong revitalisasi dan reaktivasi jalur-jalur kereta api untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Jawa terutama bagian selatan. "Untuk kereta api, katakanlah kita membuat jalur-jalur baru, reaktivasi Bandung-Garut misalnya sudah selesai dan angkutannya kita subsidi," tandasnya.

Diharapkan seluruh infrastruktur penunjang kinerja perekonomian nasional bisa berjalan dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kondisi ini akan membatu pemulihan perekonomian nasional, seiring upaya pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19 di dalam negeri. Sehingga kedepannya kesiapan sektor transportasi menjalani adaptasi kebiasaan baru ini akan mempengaruhi seluruh pola kehidupan masyarakat dan struktur ekonomi ke depan, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan penerapan prokes.

Protokol Kesehatan Ketat di Semua Moda Transportasi

Protokol kesehatan yang diterapkan di sektor transportasi memberikan pengaruh yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga menggalakkan penerapan protokol kesehatan infrastruktur perekonomian yang lain seperti pabrik, pasar tradisional, pertokoan hingga pusat perbelanjaan, semua memiliki aturan penerapan protokol kesehatan secara khusus. Bahkan semua kegiatan/aktivitas yang berkaitan dengan sektor ekonomi juga akan ada protokolnya, entah itu makan di restoran, berbelanja, bertransaksi jual-beli, kerja di perkantoran, kerja di mall, kerja di pabrik, pasti nanti ada protokol barunya.

Presiden juga memastikan penerapan protokol kesehatan pada semua lini kegiatan masyarakat untuk memastikan mata rantai penyebaran covid-19 terputus. “Demikian pula naik aneka moda transportasi seperti bus, KA, kapal laut, serta naik pesawat sudah pasti ada protokolnya yang akan dibakukan,” imbuh Presiden.

Kebijakan ini digulirkan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga laju penularan Covid-19 dapat ditekan maksimal dan roda perekonomian tetap berjalan dengan baik. “Untuk menjaga kesehatan kita semuanya,” jelas Presiden Jokowi. (IS/AS/HG/HT/JD)