Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Puncak Arus Balik Idul Adha, 97.000 Kendaraan Akan Lewati Pintu Tol Cikarang Utama

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Minggu, 03 September 2017
Jumlah Dilihat: 487 kali

CIKARANG - Puncak arus balik liburan Idul Adha diperkirakan terjadi hari ini Minggu (3/9). Diprediksi sebanyak 97.000 kendaraan akan melewati pintu tol Cikarang Utama. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo pada saat memantau langsung arus lalu lintas di pintu tol Cikarang Utama, Minggu (3/9).

"Hari ini kita mempersiapkan kemungkinan puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada hari Minggu ini. Perkiraan volumenya mencapai 97.000 kendaraan," ujar Jojo sapaan akrab Sugihardjo.

Jojo menjelaskan, angka 97.000 kendaraan ini berarti naik 25 persen dari hari bisa biasa yang berkisar 77.000 kendaraan per hari.

"Prediksi kita di atas normal, naik 20 ribu kendaraan dari 77.000 atau naik sekitar 25 persen," tambah Jojo.

Jojo menambahkan bahwa ada tiga skenario untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik di Cikarang Utama.

"Ada tiga skenario yang dipersiapkan di Cikarang Utama mengantisipasi lonjakan arus balik. Pertama mengoptimalkan seluruh gardu layanan, yang totalnya 31 gardu. Hari ini sudah dibuka 28 gardu, jadi masih punya cadangan 3 gardu yang akan dibuka jika padat. Kedua, apabila sudah dibuka 31 gardu dan ada petugas yang membantu, namun antrian kendaraannya masih cukup panjang, maka kendaraan akan melambung tidak keluar di Cikarang Utama tapi masuknya melewati Cikarang Utama. Ketiga, jika masih padat juga dan kendaraan itu sudah bertransaksi tetapi terjadi antrian karen ada penyempitan setelah gardu transaksi maka akan diadakan contra flow supaya volumenya sama," terang Jojo.

Selain pengendalian di Cikarang Utama, Jojo mengatakan yang penting juga adalah pengendalian di Cikopo. Karena arus masuk ke gerbang Cikampek terdiri dari Cipali di utara dan Cipularang di selatan dengan masing-masing ada dua lajur. Kedua tol itu bertemu di KM 66 yang mempunyai tiga lajur sehingga ada penyempitan dari 4 lajur menjadi 3 lajur.

"Karena itu PT.Jasa Marga mengantisipasi dari KM 66 s/d KM 33 akan dibuat contraflow. Sehingga tetap 4 lajur (3+1) sehingga tidak ada penyempitan, ini juga untuk menghindari kemacetan di rest area KM 53," tutur Jojo.

Guna mengoptimalkan arus lalu lintas selama arus mudik dan balik idul adha maka semua proyek konstruksi di jalan tol diberhentikan.

"Jadi fenomenanya sama seperti lebaran, untuk memperlancar arus lalu lintas yang cukup padat maka pelaksanaan perkerjaan konstruksi diberhentikan sementara, jadi setelah ini Senin, (4/9) mulai kembali dikerjakan," tutup Jojo. (HH/TH/ BS/HA)