Badan Pengembangan SDM

PERWIRA LULUSAN SEKOLAH TRANSPORTASI HARUS BERPIKIR SECARA MULTIMODA

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Rabu, 11 September 2013
Jumlah Dilihat: 4357 kali

(Surabaya, 10/9/2013) Perwira lulusan sekolah transportasi baik sekolah transportasi darat, laut maupun udara harus berpikir dan memiliki pemahaman tentang multimoda, bukan hanya single moda. Karena para lulusan ini di masa yang akan datang diharapkan mampu mewujudkan penyelenggaraan transportasi yang selamat, andal, berkualitas, terpadu, dan efisien di tengah perkembangan teknologi dan pertumbuhan jasa angkutan transportasi yang semakin dinamis. Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan menekankan hal tersebut saat melantik perwira transportasi darat, laut dan udara di lingkungan BPSDM Perhubungan di Politeknik Pelayaran Surabaya, Selasa (10/9).

 
SDM yang berkompeten di sektor transportasi merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi karena transportasi merupakan sektor jasa yang dalam pengoperasiannya dapat diukur dan diperhitungkan kualitas, biaya, dan ketepatan waktunya, serta sangat sensitif terhadap penilaian dan kritik dari pengguna jasa. “Untuk itulah, penyediaan sumber daya manusia perhubungan mutlak diperlukan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, inovatif, berdaya saing serta memiliki teknologi tinggi agar dapat menghasilkan lulusan yang prima, profesional, beretika, dan andal untuk menyumbangkan dharma baktinya demi kepentingan nasional serta dapat berkiprah dalam lingkup regional maupun internasional,” ujar Menhub.
 
Menhub berpesan proses pendidikan dan pelatihan yang selama ini diterima  perlu senantiasa dipegang teguh para lulusannya. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ini diharapkan dapat memenuhi 4 (empat) kriteria kompetensi yaitu kompetensi akademik, kompetensi profesional, kompetensi nilai dan sikap, serta kompetensi untuk menghadapi perubahan.
 
Kompetensi akademik berkaitan dengan kiat dan kemampuan metodologis-keilmuan dalam rangka penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologis, mengingat kompetensi akademik ini amat penting artinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dihasilkan pemikiran yang berbuah konsep dan program-program inovatif. Kompetensi profesional berkaitan dengan wawasan perilaku dan kemampuan penerapan ilmu dan teknologi dalam realitas kehidupan kompetensi profesional inilah yang menghasilkan manusia yang andal. Kompetensi nilai dan sikap berkaitan dengan kemampuan untuk selalu menempatkan segala persoalan dalam kerangka nilai-nilai budaya serta iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kompetensi ini merupakan bingkai dari kompetensi sebelumnya, sehingga menjadi lebih bermakna baik dalam konteks kepentingan masyarakat banyak maupun dalam konteks pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, para lulusan harus memiliki kompetensi untuk menghadapi perubahan, yakni kemampuan untuk memahami makna dan hakikat suatu perubahan, kemampuan untuk mengantisipasi arah dan kecenderungan perubahan serta kemampuan mengelola dan memanfaatkan perubahan tersebut untuk mencapai keunggulan.
 
“Dengan mempertimbangkan keempat kompetensi tersebut, maka strategi pendidikan dan pelatihan di BPSDM Perhubungan dapat lebih diarahkan pada upaya peningkatan mutu di berbagai sub sektor transportasi dan peningkatan relevansi dengan kebutuhan,” tutur Menhub.
 
Upacara Pelatikan Perwira Transportasi Darat, Laut dan Udara BPSDM Perhubungan atau yang biasa dikenal sebagai Wisuda Terpadu Perwira Transportasi, tahun ini melantik 636 perwira dengan rincian dari Matra Darat: STTD Bekasi (30 orang), Balai Diklat Transportasi Darat Bali (60 orang), dan Balai Diklat Transportasi Darat Palembang (55 orang).
 
Dari Matra Laut: STIP Jakarta (30 orang), PIP Semarrang (30 orang) PIP Makassar (34 orang), Politeknik Pelayaran Surabaya (130 orang), BP2IP Barombong (20 orang), BP2IP Tangerang (46 orang). Dan dari Matra Udara: STPI Curug (38 orang), ATKP Surabaya (107 orang) ATKP Makassar (46 orang) dan ATKP Medan (10 orang). (HH)