(Jakarta, 25/6/2013) Jumlah penumpang angkutan lebaran tahun 2013 yang menggunakan transportasi masal diprediksi naik sekitar 4,5% dibanding tahun 2012 dari 16.643.732 penumpang menjadi 17.393.016 penumpang. Prediksi tersebut terdiri dari moda angkutan jalan sebanyak 6.221.563 penumpang (naik 3,72%), angkutan sungai danau penyeberangan sebanyak 3.334.425 penumpang (naik 1,76%), angkutan kereta api sebanyak 2.795.933 penumpang (naik 16,04%), angkutan laut sebanyak 1.2844.631 penumpang (turun 20,27%), dan angkutan udara 3.756.464 penumpang (naik 12,20%). Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S. Ervan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/6).
 
Dalam menghadapi angkutan lebaran tahun 2013 ini, pemerintah telah mempersiapkan sarana transportasi untuk moda angkutan darat (angkutan jalan, kereta api, sungai danau penyeberangan), angkutan laut, dan angkutan udara. Untuk angkutan jalan disiapkan 21.395 bus AKAP, 13.875 bus AKDP, 2.350 bus pariwisata. Angkutan kereta api disiapkan 216 KA reguler, 46 KA lebaran, 235 lokomotif siap operasi, 1.594 kereta penumpang. Angkutan sungai, danau penyeberangan disediakan 137 kapal Ro-Ro. Untuk angkutan laut disediakan 25 kapal PELNI, 79 Kapal Ro-Ro Swasta, 13 kapal cepat swasta, 600 kapal swasta jarak dekat, 67 kapal perintis kapal TNI AL. Angkutan udara disiapkan 382 pesawat dengan kapasitas 50.747 penumpang.
 
Lebih lanjut, Bambang mengatakan jumlah penggunaan mobil pribadi sebagai sarana angkutan mudik diprediksi naik 6,17% dibanding tahun 2012 dari 1.657.507 kendaraan menjadi 1.759.775 kendaraan. Selain itu, penggunaan sepeda motor diprediksi naik 8,15% dari 2.799.134 kendaraan menjadi 3.027.263 kendaraan. “Agar tidak terjadi penumpukan di jalan pemerintah mengambil kebijakan dengan dengan pengalihan beban lalu lintas melalui pengangkutan sepeda motor dengan truk dan kapal laut. Pengangkutan kendaraan roda 2 dengan armada TNI KRI Banda Aceh dengan kapasitas 15000 penumpang dapat menampung 1000 kendaraan roda 2 ditambah awak KRI Banda Aceh 150 kru, “ jelasnya.
 
KRI Banda Aceh rencananya disiapkan untuk 2 trip perjalanan yaitu berangkat pada H-4 dan H-2 Idul Fitri dengan rute Tanjung Priok menuju pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Untuk angkutan kereta api, jalur ganda lintas utara Jawa hingga Semarang juga akan dioperasikan untuk menambah jumlah perjalanan. Bambang mengingatkan  demi keselamatan pengguna motor yang akan naik KRI Banda Aceh diharapkan mengisi BBM secukupnya. “Life jacket disediakan 400 unit serta pengaturan perjalanan sepeda motor secara rombongan maupun penetepan khusus dan tempat istirahat,” jelasnya.
 
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 dan H-4 Idul Fitri atau tanggal 3 dan 4 Agustus 2013. Bambang mengingatkan kepada pemudik agar merencanakan perjalanannya sebaik mungkin. “Sebelum libur Idul Fitri ada cuti bersama tanggal 5-7 Agustus. Ini harus  dimanfaatkan dengan baik dalam merencanakan perjalanan agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu. Begitu juga pada saat pulang harus diperhatikan,” tutupnya. (ARI)