Badan Pengembangan SDM

​Pembentukan Karakter Calon Taruna Perhubungan Diperlukan Untuk Hasilkan SDM Transportasi Yang Tangguh

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Kamis, 19 September 2019
Jumlah Dilihat: 1817 kali

Ciwidey – Pembentukan Karakter para Calon Taruna yang baru bergabung di Sekolah Perhubungan di bawah naungan Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) diperlukan untuk menghasilan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor transportasi yang tangguh. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Masa Dasar Pembentukan Karakter Taruna Transportasi (MADATUKAR) di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter SDM Transportasi (BP3KSDMT) Bandung, Kamis (19/5).

“Karakter tangguh merupakan hal penting yang harus dimiliki Taruna-Taruni, sehingga apapun risiko pekerjaan di bidang transportasi dapat dihadapi. Seperti sebuah intan, harus ditempa agar menjadi intan yang bagus. Saya meminta agar pelatih Diklat Madatukar dapat membentuk karakter yang tangguh dan kuat, karena dalam transportasi harus zero tolerance dan tidak boleh terjadi kelalaian,"jelas Sesjen Djoko.

Diklat Madatukar menjadi tahap awal dari serangkaian pendidikan dan pelatihan yang wajib dijalani para calon Taruna-Taruni yang baru masuk pendidikan pola pembibitan di sekolah-sekolah Perhubungan. Pada tahun ini, kegiatan Diklat Madatukar diikuti oleh 2.627 calon Taruna-Taruni dari 15 sekolah perhubungan yang ada di seluruh Indonesia selama tanggal 8-21 September 2019.

Sesjen Djoko menjelaskan, dirinya mendapatkan amanat dari Menteri Perhubungan untuk memastikan para Taruna-Taruni di Sekolah Perhubungan mendapatkan pendidikan dan pelatihan terbaik.

“Pada tahun 2045, Indonesia diprediksi menjadi negara besar dan menjadi empat negara besar kekuatan ekonomi dunia bersama Cina, Amerika, India. 26 tahun lagi, ketika mencapai 100 tahun Indonesia merdeka adalah merupakan tahun emas dimana para generasi muda sekarang yang akan memimpin negeri. Untuk itu SDM Transportasi harus dibekali dengan kompetensi dan kemampuan yang baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Djoko menceritakan kepada para Calon Taruna-Taruni kisah salah satu pahlawan transportasi yaitu seorang ATC bernama Anthonius Gunawan Agung, telah gugur dalam tugas demi memastikan pesawat take off sebelum menara ATC rubuh pada bencana alam gempa dan tsunami di Palu tahun lalu. Ia mengatakan agar sikap seperti itu terus diteladani.

“Satu putra terbaik dari Sekolah Perhubungan gugur. Ia merupakan lulusan ATKP Makassar dan baru lulus 2 tahun dari sekolah. Agung dibekali pendidikan seperti kalian dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia bisa saja melarikan diri namun memilih terus memandu pesawat take off sehingga lebih dari 150 orang penumpang terselamatkan dan Tuhan menentukan lain. Agung gugur sebagai pahlawan," tuturnya.

Lebih lanjut, Sesjen Djoko juga menceritakan selama dirinya bekerja 30 tahun di Kementerian Perhubungan tidak pernah mengambil cuti pada musim angkutan lebaran dan natal tahun baru.

"Hal tersebut dilakukan karena kita yang bekerja di perhubungan mendapat kehormatan dari negara untuk melayani dan memastikan agar masyarakat dapat melaksanakan mudik dan merayakan natal bersama keluarga," katanya.

Sesjen Djoko berharap agar para Catar (Calon Taruna Taruni) selalu memperbaiki diri dan melakukan upaya terbaik dalam setiap kegiatan.

“Kepada Calon Taruna-Taruni Perhubungan saya sampaikan agar selalu menanamkan sikap disiplin, tangguh, berani dibarengi sifat jujur, ikhlas, dan tawadhu. Kalian yang masuk dengan pola pembibitan ini merupakan yang terbaik dari seluruh putra putri Indonesia dan bekerja di bidang perhubungan memerlukan karakter tersebut," pungkasnya.

Usai mengikuti Diklat MADATUKAR, para calon Taruna-Taruni akan dikembalikan pada masing - masing sekolah untuk melanjutkan pendidikannya. Pendidikan dengan pola pembibitan merupakan kerjasama Kementerian Perhubungan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga para lulusan langsung dapat bekerja dan tersalurkan sesuai kebutuhan yang tersedia. Pola Pembibitan atas dua kategori yaitu Pola Pembibitan Kemenhub dan Pola Pembibitan Daerah. Para peserta pendidikan Pola Pembibitan nantinya setelah menyelesaikan masa pendidikan, dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pusat dan Daerah, maupun bekerja di industri sektor transportasi.(AH/RDL/YSP/HA)