(Jakarta, 31/8/2010) Semua moda angkutan untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran 1431 H secara prinsip telah siap. Pemerintah telah mengupayakan segala kemampuan untuk memfasilitasi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran ke kampung halaman.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi usai berbuka puasa bersama jajaran Kemenhub, Komisi V DPR RI, dan BUMN perhubungan di kantornya, Selasa (31/8). "Semua sudah diupayakan untuk memfasilitasi pemudik. Secara prinsip, seluruh sarana dan prasarana telah siap mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran nanti. Mulai laut, darat, kereta api, hingga udara. Kelaikannya juga sudah kita pastikan," ungkap Menhub Freddy.

Tidak hanya itu, Menhub menambahkan, kebijakan dalam rangka mengurangi beban jalan raya dan risiko kecelakaan dengan menekan populasi sepeda motor juga telah dikeluarkan. "Dengan kapal laut, kereta api, juga bus dan truk kita siapkan untuk pemudik sepeda motor. Tujuannya satu, kita mau jumlah pemudik bersepeda motor bisa ditekan," lanjutnya.

Khusus untuk menekan tingkat kemacetan di jalur-jalur favorit pemudik, imbuh Menhub, Kementerian Perhubungan selaku koordinator pelaksanaan angkutan Lebaran terpadu juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, mulai pemerintah daerah hingga kepolisian.

"Pos-pos penanggulangan di lapangan sudah didirikan, terutama di titik-titik rawan kemacetan. Kita juga pantau arus melalui kamera CCTV dan GPS yang kita pasang di bus-bus pemudik. Dengan begitu, kita bisa memonitor secara langsung kondisi di lapangan sehingga penanganan masalah bisa dilakukan dengan segera," jelas Menhub.

Menhub mengakui, bahwa masih ada titik-titik yang rawan kemacetan akibat proses pembangunan yang belum tuntas dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satunya terletak di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten. Tetapi untuk meminimalisasi, Menhub telah meminta Kemen PU untuk memagari lokasi pembangunannya agar tidak mengganggu kelancaran pemudik di rute itu.

"Untuk operator, kita harapkan tidak memanfaatkan momentum ini untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan pemudik. Kalau ada, saya tidak akan segan-segan untuk keluarkan sanksi," tegas Menhub.

Menanggapi beredarnya isu telah habisnya tiket kereta api, Menhub menjelaskan bahwa hingga saat ini tiket masih tersedia. "Tiket masih tersedia. Memang saat ini tidak dijual semua untuk mengantisipasi pada saat pemberangkatan. Kemudian terhadap  calo-calo tiket, itu juga terus bersihkan. Sampai saat ini sudah banyak calo yang kita tangkap dan langsung diproses untuk diberikan sanksi. Sekali lagi saya tegaskan,kita ingin bantu masyarakat agar mudik nanti bisa lancar," ujarnya. (DIP)