Direktorat Jenderal Perkeretaapian

Menhub Mengaku Puas Pembangunan MRT Jakarta Capai 50%

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Rabu, 14 Desember 2016
Jumlah Dilihat: 1441 kali

JAKARTA – Perkembangan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta koridor Lebak Bulus – Bundaran HI (selatan – utara) telah mencapai 50%. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku puas dengan capaian PT MRT Jakarta. Hal ini dikatakan Menhub Budi usai meninjau tunnel proyek MRT Jakarta di Bunderan HI, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12) siang.

“Saya puas dengan hasil kerja PT MRT, sampai saat ini kumulatif 50%, schedulenya di atas rata-rata sehingga harapan kita untuk selesai di 2019 awal dapat terlaksana,” ucap Menhub.

Dikatakan Menhub, pembangunan MRT Jakarta fase satu sepanjang ± 16 kilometer ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 16 triliun. Untuk itu Menhub Budi meminta kepada PT MRT untuk bekerja dengan professional dan hati-hati. “Saya berpesan tolong asas kehati-hatian diperhatikan artinya BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan konsultan internasional harus terlibat,” ujarnya.

Meskipun pengoperasian MRT pada tahun 2019 namun Menhub Budi telah meminta PT MRT untuk lebih mempersiapkan diri agar tidak terjadi persoalan pada waktu pengoperasiannya. Lebih lanjut dijelaskan terkait persiapan sumber daya manusia, PT MRT telah bekerja sama dengan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) di Madiun untuk menyelenggarakan diklat bagi SDM Operasi dan pemeliharaan MRT Jakarta. Selain itu telah dilakukan perekrutan masinis sejak 2016 dan akan dilakukan bertahap hingga akhir 2017, dan sejumlah persiapan lainnya.

Lebih lanjut Menhub mengatakan pihaknya akan berhati-hati dalam proses pemberian sertifikasi terhadap project MRT Jakarta ini."Karena ini merupakan sesuatu yang baru bagi Kemenhub, maka kita akan hati-hati untuk memberikan sertifikasi terhadap project ini,” kata Menhub.

Menhub berharap pembangunan MRT Jakarta ini menjadi bagian terpenting untuk pembangunan transportasi di kota-kota besar di Indonesia. “Saya bercita-cita agar ini menjadi bagian yg terpenting untuk tranportasi di kota-kota besar di Indonesia. Dan ini baru pertama kali dikerjakan, kalau bisa dikerjakan dengan baik maka ke depan akan dengan mudah dapat kita laksanakan dan akan menjadi contoh bagi kota-kota lainnya,” pungkas Menhub Budi.

MRT Lebak Bulus – Bundaran HI ini nantinya memiliki jarak tempuh ±30 menit dimana jarak antar stasiun 0,8 – 2,2 kilometer. Akan terdapat 16 set rangkaian kereta MRT dimana 1 set terdiri dari 6 kereta. Ditargetkan MRT ini dapat mengangkut penumpang sebanyak 173.400 penumpang per hari. Pembangunan MRT ini akan memiliki 7 stasiun laying dan 6 stasiun bawah tanah yaitu di Lebak Bulus – Fatmawati – Cipete Raya – Haji Nawi – Blok A – Blok M – Sisingamangaraja – Senayan – Istora Senayan – Bendungan Hilir – Setiabudi – Dukuh Atas – Bundaran HI.

Dalam kunjungannya tersebut Menhub Budi didampingi Sekretaris Jenderal Sugihardjo, Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahyono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Elly Sinaga, Dirut PT MRT Wiliam Sabandar, Wakil Dubes Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei, dan sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan. (GD/TH/BS/BSE)