Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

MENHUB: GROUNDBREAKING BANDARA AHMAD YANI RESPON DAN ANTISIPASI KEMENHUB HADAPI PERTUMBUHAN PENUMPANG TRANSPORTASI UDARA

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 17 Juni 2014
Jumlah Dilihat: 801 kali

(Semarang, Selasa, 17/6/2014) - Pelaksanaan groundbreaking pembangunan Bandara Ahmad Yani merupakan respon dan antisipasi perubahan lingkungan yang begitu cepat memacu kita untuk segera melakukan pembangunan Bandara Ahmad Yani yang saat ini sudah melebihi kapasitas.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan dalam sambutannya sesaat sebelum menandatangani KSP kerjasama pemanfaatan dan Groundbreaking Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa ( 17/6). Hadir dalam kesempatan tersebut  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirut PT Angkasa Pura 1 Tomi Sutomo, KSAD Budiman, dan Pangdam IV Diponegoro Sunindyo.

"Terwujudnya groundbreaking Bandara Ahmad Yani pada hari ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan Bandara Ahmad Yani telah melalui proses pembahasan dan koordinasi dengan semua instansi terkait untuk mendapatkan sinergitas antarinstansi. Dengan melalui proses yang baik, Alhamdulillah, pembangunan Bandara Ahmad Yani dapat segera terwujud," paparnya.

Untuk itu, pengembangan Bandara Ahmad Yani yang merupakan salah satu dari 13 bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero), dan yang juga merupakan salah satu dari 15 bandar udara enclave sipil di Indonesia sudah sangat mendesak dilakukan, mengingat Bandara Ahmad Yani merupakan gerbang pintu masuk sekaligus cermin Ibukota Provinsi Jawa Tengah.

Pembangunan Bandara Ahmad Yani lanjut Menhub merupakan bagian dari pembangunan maupun pengembangan sarana dan prasarana transportasi baik darat, laut, maupun udara. Pembangunan Bandara Ahmad Yani juga dalam rangka memperlancar mobilitas arus manusia, barang, dan jasa di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, melalui pembangunan Bandara Ahmad Yani ini dan penyediaan infrastruktur transportasi lainnya yang memadai, diharapkan dapat mendorong konektivitas yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya transportasi dan biaya logistik. Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan daya saing produk, dan mempercepat gerak ekonomi.

Adapun alokasi anggaran APBN Tahun 2004 sampai dengan Tahun 2012 dalam rangka pengembangan Bandara Ahmad Yani, Semarang sebesar ± Rp. 316.118.675.720 miliar, APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 229,7 miliar, dan APBD Pemerintah Kota Semarang sebesar Rp. 33,2 miliar. Pengembangan ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2016 dan dapat segera dioperasikan.

Dengan dilaksanakannya pengembangan ini, Bandara Ahmad Yani akan dilengkapi dengan apron berdimensi 61.344 m2 dengan terminal seluas 40.900 m2 sehingga dapat mengakomodir 4 juta penumpang per tahun dan menampung 2 pesawat sekelas Boeing 767 dan 8 pesawat sekelas Boeing 737. Dengan pengembangan ini diharapkan kondisi over-capacity dapat cepat teratasi dan kualitas pelayanan jasa bandara dapat meningkat signifikan. (BN)