Berita Umum

Menhub : 6 Titik Rawan Yang Harus Diawasi Dalam Angkutan Lebaran 2017

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 04 April 2017
Jumlah Dilihat: 2558 kali

JAKARTA – Jelang angkutan lebaran, Kementerian Perhubungan sudah mempersiapkan Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2017/1438 H. Terdapat 6 titik rawan yang sudah ditetapkan menjadi daerah yang menjadi perhatian Kemenhub selama masa angkutan lebaran tahun ini. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi disela pertemuannya dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI pada Selasa (4/4).

“Ada enam titik rawan yang harus kita awasi yaitu Bandara Soekarno Hatta, Merak, Stasiun Senen, Brebes Exit (Brexit), Pelabuhan Batam dan Pelabuhan di Balikpapan,” jelas Menhub.

Sementara itu, titik kemacetan di jalan tol diprediksikan terjadi pada 9 ruas diantaranya Tangerang-Merak, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Cileunyi dan Jagorawi. Dari sekian banyak titik yang menjadi perhatian adalah Brexit karena tahun lalu kepadatan terjadi di arus tol tersebut.

“Kita siapkan 2 konsep lalu lintas di Brexit untuk mencegah kejadian seperti tahun lalu yaitu pertama kita fungsikan jalan tersebut sesuai proporsinya karena pada dasarnya ada ruas jalan lain yang bisa dilewati selain jalan tol yakni jalur utara dan jalur selatan. Kedua dengan membatasi jumlah kendaraan yang masuk dan keluar. Contohnya jika antrian di Brexit melampaui 2 km maka gerbang sebelumnya akan ditutup, begitu seterusnya sampai di Jakarta. Konsep ini sudah kita ujicoba 2 kali pada Idul Adha dan Tahun Baru kemarin. Kita juga akan lihat, apakah tol Brebes - Semarang sudah bisa difungsikan pada saat angkutan lebaran nanti,” terang Menhub.

Jumlah penumpang dalam angkutan lebaran tahun 2017 sendiri diprediksi mengalami kenaikan sebesar 4.85% dari tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah angkutan pribadi mobil mengalami kenaikan sebesar 18.18% dan angkutan motor mengalami kenaikan sebesar 13.92%.

“Jumlah penumpang tahun ini diprediksi akan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sekitar 18 juta menjadi 19 juta dan kita prediksi kenaikan penumpang terbesar pada angkutan lebaran tahun ini melalui udara yaitu sebesar 9.75%,” kata Menhub

Sementara itu guna mendukung kelancaran arus angkutan lebaran, Kemenhub akan melakukan koordinasi antar instansi terkait agar pelaksanaan penyelenggaraan angkutan lebaran dapat berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa instansi yang terlibat penyelenggaraan angkutan lebaran yaitu, POLRI (Korlantas), Kementerian PU PERA, Kemendagri dan Kemenkes.

“Secara khusus pemudik dengan kendaraan motor menjadi perhatian karena 80% dari kecelakaan adalah motor. Oleh karenanya kami memberikan suatu cara yang lebih baik yaitu kita naikkan kereta api kemudian motornya kita angkut dengan truk dan kapal ro-ro dengan 2 tujuan yaitu Panjang dan Semarang,” jelas Menhub.

Kesiapan Sarana dan Prasarana Angkutan Lebaran Tahun 2017

Jumlah sarana yang disiapkan transportasi darat untuk angkutan lebaran Tahun 2017 sebanyak 48.790 Bus yang terdiri dari AKAP, AKDP dan Pariwisata. Jumlah ini naik sebesar 2.312 Bus dari tahun sebelumnya. Untuk prasarana, total jumlah terminal yaitu 48 yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan.

Sedangkan untuk angkutan ASDP, kapal ro-ro yang disiapkan sebanyak 195 kapal dengan 7 lintas yaitu Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian, Kayangan-Pototano, dan Kariangau-Penajam.

Sementara itu sektor perhubungan laut disiapkan 1.278 kapal dengan rincian 26 kapal Pelni, 28 kapal ro-ro swasta, 74 kapal swasta, dan 1.049 kapal swasta jarak dekat dengan 52 Pelabuhan yang akan dipantau di Indonesia.

Sedangkan untuk sektor perhubungan udara, jumlah sarana yang disiapkan sebanyak 526 pesawat dari 14 airlines dan 35 Bandara yang dipantau di Indonesia. Untuk peningkatan pelayanan, Menhub berharap adanya penambahan 100-200 penerbangan.

“Kita mengharapkan adanya penambahan flight pada angkutan udara terutama pada rute-rute padat misalnya Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar,” ujar Menhub.

Sementara untuk sektor perkeretaapian, jumlah rangkaian kereta seluruhnya 1.694 dengan rincian kereta siap operasi sebanyak 1.565 dan 129 kereta cadangan. Untuk prasarana terdapat 9 Daop Kereta Api dan 4 Divre Kereta Api.

Untuk menjamin sektor keselamatan pemudik, Kemenhub telah melaunching dan sosialisasi mudik gratis sepeda motor dengan kereta api pada bulan Maret dan akan melaunching serta sosialisasi mudik gratis sepeda motor dengan truk.

Untuk kelancaran operasi angkutan lebaran, Kemenhub akan membentuk posko angkutan lebaran nasional mulai dari H-10 sampai dengan H+15 atau mulai dari 15 Juni sampai dengan 11 Juli 2017. Pemantauan dilakukan di semua sektor angkutan mulai dari sektor angkutan darat, laut, udara dan perkeretaapian. (LFH/TH/BS/JAB)