Liputan Khusus

Masuki Tatanan Baru. Angkutan Kereta Api Terapkan Protokol Kesehatan untuk Kelancaran Logistik

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Rabu, 03 Juni 2020
Jumlah Dilihat: 27277 kali

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan pedoman pelayanan di era normal baru untuk angkutan orang dan barang, dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Kementerian Kesehatan telah merilis Protokol Kesehatan berupa Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja, Perkantoran dan Industri Dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.

Protokol Kesehatan tersebut seperti physical distancing di loket pelayanan orang dan barang, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer, menjaga kebersihan fasilitas angkutan orang dan barang, memeriksa calon penumpang, serta barang-barang yang akan diangkut secara mendetail, serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Kebijakan pelayanan PT KAI di era normal baru disambut gembira kalangan pengusaha. Seorang pengusaha asal Pekalongan dan juga Pimpinan Asosiasi Eksportir Kerajinan Indonesia, Moch Al Jufri, mengungkapkan, ia kerap menggunakan jasa transportasi kereta api pulang pergi (PP) Pekalongan–Jakarta. Semasa pandemi dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ia harus lebih banyak berdiam diri di rumah dan menghentikan kegiatan bepergian, -- sesuai anjuran Pemerintah. Di era tatanan baru, ia berharap layanan transportasi kereta api tetap beroperasi, meski dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat.

Menjaga Pasokan Logistik

Bagi Nurhana Lay (35), pemilik kios bahan baku konfeksi di Kawasan Jelambar, Jakarta Barat, era tatanan baru berarti harus beraktifitas bisnis kembali meski harus ketat mematuhi protokol kesehatan. Selama ini pelanggannya yang sebagian besar perajin konfeksi banyak yang berada di luar kota dan semasa penerapan PSBB di Jakarta dan beberapa daerah membuat pengiriman logistik bahan baku tersendat.

Jasa pengiriman logistik kereta tetap beropreasi dan dapat memfasilitasi transportasi barang-barang logistik, sehingga kegiatan usaha dan bisnis tetap lancar meski dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Lyla (30), staf dari Herona Express, perusahaan jasa pengiriman logistik mitra PT KAI di Jakarta ini tidak menampik jika selama masa PSBB, jumlah pengiriman logistik ke berbagai daerah mengalami penurunan yang sangat signifikan tetapi ia bersyukur PT KAI tetap hadir untuk memastikan barang kiriman pelanggan ke mitranya dapat terkirim dengan baik.

Ungkapan senada juga disampaikan Usman (33), staf di Rail Express, perusahaan jasa pengiriman dan logistik yang menjadi mitra kereta api. Menurut Usman, meski pengiriman logistik selama PSBB menurun kuantitasnya tetapi untuk pengiriman bahan pokok dan beberapa alat kesehatan mengalami peningkatan. Ia bersyukur angkutan logistik bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya dengan kereta api tidak mengalami kendala di masa pandemi ini.

Seruan Presiden

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat tidak perlu takut untuk kembali beraktivitas – tetap produktif dengan mematuhi protokol kesehatan agar tetap aman dari terpapar Corona Virus (Covid-19).

Digulirkannya era tatanan baru dimaksudkan sebagai upaya Pemerintah membuka kembali aktivitas ekonomi sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, pelayanan trasnportasi di era tatanan baru adalah tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu prinsip pembatasan dan jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan dengan menggunakan sabun atau menggunakan handsanitizer, dan pemindaian suhu tubuh secara disiplin dan bertanggungjawab.

Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan pedoman memasuki era tatanan baru dalam pelayanan kepada pelanggan, baik pelanggan angkutan penumpang maupun pelanggan angkutan barang. Tatanan baru tersebut sebagai bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan untuk mendukung kegiatan usaha dan perekonomian terus menggeliat. (AS/ROB/HG/CH)