(Jakarta, 12/01/10) Menteri Perhubungan Freddy Numberi dijadwalkan meresmikan pengoperasian kereta api bertenaga diesel, ”KRDI Seminung”, di Bandar Lampung, Rabu (13/1). Kereta ini akan melayani rute sejauh 80 kilometer dari Stasiun Tanjungkarang menuju Stasiun Kotabumi, Lampung. Pengoperasian kereta ini akan dilakukan PT Kereta Api Subdivre III.2 Tanjungkarang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan, menjelaskan, rangkaian kereta yang didominasi warna kuning cerah ini dirakit PT Inka Madiun. Kereta rakyat (baca: ekonomi) yang mengadopsi nama salah satu gunung di Lampung ini, sedianya menjadi kereta api kelima yang diserahkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk dioperaskan PT Kereta Api. Sedangkan empat kereta api sejenis yang telah diserahkan pemerintah adalah KRDI Banyubiru, KRDI Kaligung Baru, KRDI Blora Jaya, serta KRDI Madiun Jaya. Dijelaskan Tundjung, biaya pembuatan rangkaian KRDI Seminung yang terdiri dari empat kereta penumpang berkapasitas total 574 penumpang ini, diambil pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Ditjen Perkeretaapian tahun anggaran 2009. ”Total biaya untuk membangun KRDI ini sebesar Rp 30,5 miliar,” jelasnya, Selasa (12/1).

Selain komposisi tata letak bangku penumpang yang menggunakan formasi 2-2 (dua di kiri, dan dua di kanan), hal lain yang membuatnya berbeda dengan kereta yang pernah ada sebelumnya adalah penempatan dua unit toilet di setiap kereta. ”Kereta ini kita lengkapi dengan dua toilet di setiap trailer-nya (kereta), karena waktu tempuhnya di atas dua jam. Jadi, supaya penumpang nyaman dan tidak perlu berlama-lama antre kalau harus ke belakang. Intinya, dengan segala fasilitas yang ada ini, kita menginginkan munculnya kepuasan maksimal dari masyarakat pengguna,” imbuh Tundjung. Untuk tarif, PT Kereta Api Subdivre III.2 Tanjungkarang menetapkan tarif Rp 2.500 untuk jarak terdekat dan Rp 7.000 untuk jarak paling jauh. (DIP)