Liputan Khusus

Kemenhub Pantau Ketat Penerapan Protokol Kesehatan Pada Kegiatan Belajar Mengajar Di Lingkungan Sekolah BPSDMP

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 13 Juli 2020
Jumlah Dilihat: 10847 kali

JAKARTA - Masa kembali ke sekolah telah dimulai di lingkungan sekolah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). Sejak awal Juni 2020 secara bertahap taruna dan taruni berdatangan ke kampus, dan kegiatan belajar mengajar telah dimulai. Kepala BPSDMP Sugihardjo menegaskan, ia akan senantiasa memantau ketat penerapan protokol kesehatan di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di seluruh sekolah-sekolah di lingkungan BPSDMP.

Menurut Sugihardjo , ia tak ingin peraturan yang ada sekadar ada tanpa dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19.

"Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Transportasi Kementerian Perhubungan kembali dilaksanakan secara on campus, dengan pendekatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dimulai dari masuknya kembali taruna ke lingkungan Sekolah pada awal Juni secara bertahap. Selain itu kegiatan kampus juga menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat untuk menghindari para taruna dari penyebaran Covid 19," ujar Sugihardjo saat melakukan peninjauan ke Politeknik Penerbangan Indonesia Curug akhir Juni 2020 lalu.

Sidak Langsung

Sugihardjo bersama team yang menyertainya telah memantau sarana dan prasarana pendidikan di kampus, seperti ruang makan, asrama, dan ruang kelas. Selain itu juga memastikan para taruna mengikuti Protokol Kesehatan. Menurutnya, Protokol Kesehatan harus menjadi kebiasaan, bukan sebatas aturan yang justru cenderung dilanggar.

"Penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun harus jadi kebiasaan seluruh taruna dan civitas akademi lainnya agar terhindar dari penyebaran Covid-19, dan itu harus dilaksanakan dengan penuh rasa disiplin” ujarnya.

Mengejar Ketertinggalan

Sugihardjo saat melakukan peninjauan didampingi Sekretaris Badan Popik Montana ini juga memaparkan alasan kebijakan kembalinya taruna ke kampus diambil untuk mengejar ketertinggalan materi praktik yang selama ini tidak dapat dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh. Terutama di sekolah vokasi seperti PPI Curug yang porsi materi praktiknya lebih banyak daripada materi teori.

Selain itu, kegiatan belajar mengajar di kampus di masa Adaptasi Kebiasaan Baru akan mengalami perubahan, dengan melakukan kolaborasi antara tatap muka dan virtual, sehingga Protokol Kesehatan di kelas tetap terjaga.

Kedepannya, lanjut Sugihardjo, ia minta kepada para Kepala Pusat Pengembangan SDM di lingkungan BPSDMP dan Kepala Sekolah untuk bekerjasama menyusun strategi pembelajaran yang mampu mengantisipasi kejadian-kejadian seperti pandemi saat ini, dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang.

“Kepada Kapus dan Kepala Sekolah, saya minta untuk dapat menyusun materi praktik, berbasis komputer atau Computer Based Test, kita tidak tahu Force Majeur seperti Covid 19 terjadi lagi di kemudian hari sehingga harus kembali memulangkan taruna, namun kita sudah memiliki persiapan, sehingga saat pembelajaran jarak jauh, taruna tidak hanya mendapat materi teori tetapi bisa praktik sesuai kompetensi yang dibutuhkan,” paparnya.

Kepada para taruna yang kembali melakukan kegiatan belajar di kampus, dia berpesan untuk tetap semangat dan melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan Kampus, serta dapat melaporkan diri, bila mengalami gejala agar dapat dilakukan prosedur pencegahan.

“Pesan saya, seperti yang dikatakan Bapak Menteri Perhubungan, meskipun kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, namun kalian harus tetap semangat dalam beraktifitas di masa Adaptasi Kebiasaan Baru saat ini. Jadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan, dan bila merasakan gejala (sakit), harus cepat melapor agar dapat dilakukan prosedur pencegahan sehingga teman-teman kalian lainnya tidak tertular,” tutur Sugihardjo.

Selain pemantauan ke kampus PPI Curug, beberapa waktu sebelumya, Kepala BPSDMP telah memantau pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru di kampus Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal dan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

Dalam kesempatan yang berbeda, Sugihardjo meminta agar kampus-kampus di lingkungan BPSDMP dapat berkontribusi positif bagi masyarakat luas. Hal itu dikatakan Sugihardjo saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Dies Natalis ke-13 Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong yang dilakukan secara virtual pada Rabu 8/7/2020 lalu.

Sugihardjo, melalui pesan virtual dihadapan civitas akademika Poltekpel Sorong mengingatkan,

pentingnya perguruan tinggi produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Perguruan Tinggi yang unggul haruslah yang produktif dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki karakter," ujarnya.

Sugihardjo juga mengingatkan kembali agar perguruan tinggi di lingkungan BPSDMP melakukan sinergi dan kolaborasi bersama untuk peningkatan mutu pendidikan dan lulusan. Sekolah vokasi seperti yang ada di lingkungan BPSDMP, para peserta didik dibekali tiga macam kompetensi yaitu Knowledge, Skill dan Attitude. "Ketiganya sangat penting sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja termasuk dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang berlangsung saat ini," ungkapnya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kata Sugihardjo, dalam beberapa kesempatan juga terus mendorong BPSDMP untuk terus mendidik dan mencetak Sumber Daya Manusia di bidang maritim yang berkompeten untuk menjadikan level of service dan level of safety bagi dunia maritim di Indonesia.

“Dibutuhkan fokus dan effort yang besar untuk menghasilkan lulusan yang dapat berkompetisi dalam industri pelayaran dunia sesuai standar yang telah ditetapkan oleh International Maritime Organisation,” ujarnya. (IS/AS)