Direktorat Jenderal Perkeretaapian

Kemenhub dan Waskita Karya Sosialisasikan LRT Palembang

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Sabtu, 26 Agustus 2017
Jumlah Dilihat: 795 kali

PALEMBANG - Kementerian Perhubungan bersama dengan Waskita Karya mensosialisasikan LRT (Light Rail Transit) Palembang. Sosialisasi ini dilakukan untuk mengetahui ekspektasi masyarakat pada LRT Palembang. Demikian disampaikan Menhub dalam acara Dialog Bersama Untuk Bangsa Bersama Menteri Perhubungan di Universitas Sriwijaya Palembang pada Sabtu (26/8).

"Sosialisasi ini penting dilakukan karena LRT merupakan angkutan massal yang relatif baru. Kami ingin tahu ekspektasi masyarakat di Palembang seperti apa. Semoga ketika LRT beroperasi tidak ada lagi gap dari masyarakat," ujar Menhub.

Dalam sosialisasi tersebut, Menhub menjelaskan pentingnya transportasi massal dalam suatu kota, seperti Jakarta yang sudah memiliki BRT dan sedang dibangun MRT dan LRT.

"Satu kota itu harus ada transportasi massal. Kalau di Jakarta sudah ada BRT, dan sedang dibangun MRT dan LRT. Nah, di luar Jakarta, Palembang ini mengalahkan Medan dan Padang. Palembang sudah duluan dibangun LRT," jelas Menhub.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan proyek LRT Palembang yang ditargetkan selesai pada Juni 2018, saat ini progres pembangunannya mencapai 55%.

"Kami menargetkan penyelesaian LRT pada Juni 2018. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 55%. Kami rencanakan Februari 2018 struktur selesai semuanya. Kereta akan mulai berangsur datang Februari dan diharapkan Juni sudah bisa dicoba," jelas Menhub.

Terkait tarif yang akan diberlakukan, Menhub mengatakan pihaknya akan melakukan survey daya beli masyarakat Palembang.

"Tugas besar kita adalah shifting (memindahkan) pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal. Secara konsep kita akan survey daya beli masyarakat Palembang berapa," kata Menhub.

Menhub berharap dengan beroperasinya LRT sebagai angkutan umum massal yang tepat waktu, aman, nyaman, dan rendah polusi, pengguna angkutan pribadi dapat beralih ke LRT, sehingga dapat mengurangi kemacetan," ujar Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional Waskita Karya Adi Wibowo memaparkan jumlah orang yang dapat diangkut oleh LRT dalam setiap jam. "Kami gunakan 14 train set, 1 train set terdiri dari 3 gerbong dan dapat mengangkut 500 orang. Dengan 14 train set, maka dapat mengangkut 4.000 orang per jam per arah," jelas Adi.

Adi mengatakan perbandingan waktu tempuh OPI (Ogan Permata Indah) ke Bandara melalui jalur darat dan LRT. "Kalau sekarang mungkin bisa 1,5 jam dari ujung ke ujung. Dengan LRT, waktu tempuh OPI ke Bandara itu 40 menit. Terdiri dari 27 menit kereta berjalan dan 13 menit kereta berhenti (1 menit berhenti di tiap-tiap stasiun) di 13 Stasiun," jelas Adi.

Adi menambahkan, nantinya LRT akan difasilitasi dengan eskalator, lift untuk difabel dan tangga darurat untuk memudahkan akses penggunanya.

Saat ini LRT Palembang sedang dibangun dengan Panjang 24,5 km, 13 stasiun pemberhentian dan terdiri dari 2 koridor. Koridor pertama sepanjang 14,5 km dari Bandara ke Ampera. Koridor kedua dari Ampera ke Ogan Permata Indah (OPI) sepanjang 10 km.

Turut hadir dalam acara dialog tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar, Direktur Operasional Waskita Karya Adi Wibowo, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Massasya, Pengamat Komunikasi Politik Effendi Ghazali, dan Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff. (CRA/TH/BS/HA)