Direktorat Jenderal Perkeretaapian

KELANCARAN PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI MEMBUTUHKAN SINKRONISASI KEBIJAKAN PUSAT - DAERAH

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Sabtu, 19 Desember 2009
Jumlah Dilihat: 4010 kali

(Yogyakarta, 19/12/09) Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi menegaskan transportasi sebagai tulang punggung perekonomian hanya dapat berjalan dengan baik apabila terdapat sinkronisasi kebijakan daerah dengan kebijakan pusat.


Penegasan tersebut disampaikan Menhub di Yogya, Sabtu 19/12/09 dalam acara peresmian angkutan pemadu moda bandara Adisutjipto, serah terima bus perintis dan penghargaan perusahaan otobus (PO) angkutan lebaran tahun 2009.


"Negara asing banyak memberikan pujian kepada Indonesia yang mampu melaksanakan otonomi daerah dalam waktu singkat, namun tentunya perlu sinkronisanisasi kebijakan agar pelayanan transportasi kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik," tegas menhub.


Menhub juga menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan transportasi (perintis) Pemerintah Pusat tidak mungkin berlaku sebagai sinterklas terus menerus. " Pemerintah (pusat) lebih bersifat mendorong, diharapkan Pemerintah Daerah nantinya lebih banyak berperan. "Kita juga tidak boleh hanya mampu membangun tetapi tidak bisa memelihara, pelayanan yang baik membutuhkan kemampuan memelihara,” kata Menhub.


Pada kesempatan tersebut Menhub menyerahkan penghargaan kepada 3 PO terbaik pada angkutan lebaran 2009 yaitu PO Sinar Jaya, PO Nusantara dan PO EKA. Ketiga PO tersebut merupakan PO yang memiliki kinerja pelayanan, kinerja perusahaan dan kinerja keselamatan terbaik dari hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2009 oleh Ditjen Perhubungan Darat.


Selain itu Menhub juga menyerahkan secara resmi 78 unit bus kepada Perum DAMRI yang selanjutnya akan dioperasikan sebagai angkutan perintis di 21 provinsi. Dengan penyerahan tersebut dalam kurun waktu 6 tahun terakhir Pemerintah telah mengalokasikan 340 unit armada bus untuk kepentingan angkutan perintis, yang melayani 128 jaringan trayek di 21 provinsi.


Pada acara yang dipusatkan di Bandara Adisutjipto tersebut Menhub sekaligus meresmikan pula pengoperasian bus pemadu moda dengan rute Bandara Adisutjipto - Hotel Patra Kebumen dan Bandara Adisutjipto - Hotel Wisata Magelang. Perum DAMRI sebagai operator, menyediakan enam buah bus AC sedang untuk masing-masing rute, dengan tarif Rp. 35.000,- untuk ke Magelang dan Rp. 55.000,- untuk ke Kebumen.


Dengan adanya pemadu moda bus tersebut, diharapkan akan semakin meningkatkan keterpaduan transportasi antara jalan, udara dan kereta api  Yogyakarta dan sekitarnya yang berdampak pada peningkatan pelayanan transportasi di wilayah Yogya dan sekitarnya. (BRD)