(Jakarta, 28/6/2011) Total kebutuhan investasi untuk infrastruktur pada 15 tahun ke depan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia adalah sebesar 1.786 triliun. “Investasi untuk jalan sebesar 339 triliun, pelabuhan sebesar 117 triliun, bandara 32 triliun, dan rel kereta api sebesar 326 triliun,” jelas Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat menjadi pembicara pada Seminar “Peran Infrastuktur Transportasi dalam Mendukung Strategi Transformasi Ekonomi Indonesia dan Roadmap Pembangunan Ekonomi Indonesia” di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (28/6).

Wamenhub menjelaskan untuk infrastruktur transportasi di koridor ekonomi Sumatra, direncanakan pengembangan pelabuhan utama kelapa sawit di Dumai serta pelabuhan utama karet di Pekanbaru, Dumai, Medan, Palembang, dan Jambi. “Selain itu, ada pembangungan jalur KA angkutan kelapa sawit dan pembangunan jalur KA angkutan batu bara di Sumatra bagian selatan,” tambah Wamenhub.

Untuk infrastruktur koridor Sumatra, Wamenhub melanjutkan, indikasi investasinya adalah sebesar 473 triliun diantaranya adalah untuk infrastuktur jalan sebesar 109 triliun, infrastruktur pelabuhan 9 triliun, infrastruktur rel kereta 70 triliun, dan infrastruktur bandara 4 triliun.

Sedangkan khusus untuk kereta api, Wamenhub menyatakan bahwa kereta api menjadi backbone bagi angkutan barang di Jawa dan Sumatra. Saat ini, sudah terdapat layanan KA barang Cilegon-Surabaya yang mengangkut Hot Rolled Coil (HRC) milik PT. Krakatau Steel. “Sebaliknya, KA tersebut mengangkut pupuk phonska hasil produksi Petrokimia Gresik ke Pelabuhan Cigading,” tambah Wamenhub. Pengangkutan barang melalui KA tersebut setara dengan penggunaan 100 truk per hari yang melintas di Pantura.

Untuk Kalimantan, Wamenhub menambahkan, saat ini ada perusahaan swasta yang berinvestasi dalam pembangunan jalan KA Puruk Cahu-Bangkuang di Provinsi Kalimantan Tengah dengan panjang track 185 km. Sedangkan di Kalimantan bagian Timur, ada investasi yang cukup besar oleh perusahaan dari Timur Tengah dalam membangun KA untuk mengangkut aluminium dan baja. (RY)