Berita Umum

JUMLAH PENGGUNA ANGKUTAN UMUM PADA MASA LEBARAN 2010 MENURUN 0,35 PERSEN

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 20 September 2010
Jumlah Dilihat: 3326 kali

(Jakarta, 20/09/2010) Jumlah pengguna angkutan umum selama masa pelaksanaan angkutan Lebaran  2010 mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kesimpulan ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Posko Angkutan Lebaran Nasional sepanjang H-7 hingga H+7 Lebaran.

Menteri Perhubungan menjelaskan, pada masa angkutan Lebaran 2009 lalu, jumlah pemudik pengguna moda angkutan umum sepanjang H-7 hingga H+7 sebesar 13,98 juta orang. Sementara tahun ini berkurang menjadi 13,93 juta penumpang.

"Dari semua moda, angkutan udara mengalami peningkatan paling tinggi, sebesar 15,52 persen. Yaitu dari 2,16 juta menjadi 2,49 juta," ungkap Menhub dalam jumpa pers usai melakukan penutupan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Nasional 2010 di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat No.8, Jakarta Pusat, Senin (20/9).

Kenaikan penumpang moda angkutan udara ini, jelas Menhub, karena kapasitas yang disediakan maskapai mencukupi permintaan yang meningkat kendati masih terjadi delay akibat lalu lintas yang padat dan faktor cuaca.

Sementara moda angkutan umum yang mengalami penurunan tajam dalam pengangkutan penumpang Lebaran adalah kapal laut. "Penurunannya sampai 43 persen, dari 718.307 penumpang pada tahun lalu menjadi 409.429 tahun ini," sebutnya.

Menhub menambahkan, hal itu disebabkan daya tarik kapal laut kalah bersaing dengan pesawat udara. Namun, jumlah yang dirilisnya itu bukanlah data final. Karena masa pengangkutan Lebaran untuk laut baru berakhir pada H+15 atau 26 September mendatang. Hingga saat ini sampai berakhirnya masa itu, diperkirakan masih akan terjadi perubahan data. "Sampai H+15, diperkirakan minusnya hanya
sekitar 10 persen saja," tambah Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Leon Muhammad.

Leon mengatakan, beralihnya pola mudik TKI dari kapal laut ke pesawat udara memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penurunan tersebut. "Selama ini mereka masuk ke Indonesia menggunakan kapal laut lewat Batam. Kali ini para TKI lebih memilih untuk terbang langsung ke kota tujuannya dengan pesawat," katanya.

Selain laut, Menhub Freddy mengatakan, moda angkutan darat yang terdiri dari angkutan jalan dan angkutan penyeberangan juga mengalami penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan sebesar rata-rata 0,43 persen. Yaitu dari 8,66 juta pemudik tahun lalu menjadi 8,62 juta pemudik.

Namun jika dirinci, angkutan umum jalan raya mengalami peningkatan sebesar 1,5 persen, dari 5,38 juta pemudik menjadi 5,46 juta pemudik. Sementara angkutan penyeberangan turun
3,59 persen dari 3,28 juta menjadi 3,16 juta pemudik.

"Kereta api juga turun 1,59 persen, dari 2,43 juta pemudik menjadi 2,39 juta pemudik," pungkas Menhub. (DIP)