Liputan Khusus

Jelang Idul Adha, Ditjen Hubdat Optimalkan Pembelian Tiket Penyeberangan Via Online

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 20 Juli 2020
Jumlah Dilihat: 28244 kali

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan antisipasi terjadinya antrean panjang kendaraan roda empat memasuki pelabuhan penyeberangan kapal feri, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pada Hari Raya Idul Adha tanggal 31 Juli 2020, diperkirakan terjadi lonjakan arus pemudik di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam masa pandemi Covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat adalah mengurangi risiko penularan Covid-19 dengan menerapkan strategi optimalisasi pembelian tiket secara online pada penyeberangan kapal feri lintas pulau.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam rilisnya pekan lalu, meminta masyarakat mengoptimalkan pembelian tiket penyeberangan kapal feri melalui online. Pembelian tiket kapal feri dapat dilakukan aplikasi Ferizy atau mengakses laman www.ferizy.com.

Dirjen Budi menambahkan, pembelian tiket melalui laman Ferizy di AKB dapat sekaligus menerapkan protokol kesehatan yang setidaknya bisa meminimalisir kontak dengan operator serta bisa menghemat waktu.

“Masyarakat yang ingin menyeberang menggunakan feri sebaiknya mempersiapkan diri dengan membeli tiket jauh hari atau setidaknya tiga jam sebelum keberangkatan,” himbaunya.

Antisipasi Penyeberangan Malam Hari

Ada waktu-waktu yang menjadi favorit bagi masyarakat untuk menyeberang. Masyarakat pengguna angkutan penyeberangan biasanya memilih waktu malam hari untuk menyeberang. Agar tidak terjadi penumpukan calon penumpang dan pengguna angkutan penyeberangan, Dirjen Budi menghimbau PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia (ASDP) Ferry agar melakukan sosialisasi kapada para calon penumpang untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Dirjen Budi juga menyarankan, sebaiknya sejak jauh hari sosialisasi secara masif dapat dilakukan melalui berbagai media massa, spanduk, banner, sms dan whatsapp blast di wilayah pelabuhan untuk mencegah antrean panjang hingga di luar pelabuhan.

Selain itu, lanjut dia, harus ada percepatan waktu pada beberapa poin seperti saat menginput data penumpang, proses pembelian dan pembayaran tiket, serta antisipasi dari segi sarana-prasarana, sumber daya manusia, dan pola operasi melalui beberapa skenario.

Transaksi tiket juga bisa melalui gerai mini market Alfamart tetapi masih memakan waktu 3-4 menit. Oleh karena itu, Dirjen Budi minta penambahan petugas khusus dan komputer yang terpisah dari pelayanan transaksi yang lainnya untuk mempercepat pembelian tiket.

“Perlu juga dijajaki agar sistem tiket online nantinya dapat dibayarkan di gerai penjualan namun inputing data dapat dilakukan sendiri oleh pengguna jasa lewat aplikasi Ferizy,” jelas Dirjen Budi.

Guna mencegah antrean panjang, diimbau kepada calon penumpang untuk memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan agar dapat melakukan pengisian data manifest supaya mendapatkan perlindungan asuransi.

“Guna mempercepat proses pendataan calon penumpang dengan scan data KTP, PT ASDP diminta berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil agar meningkatkan akses host to host saat pengisian data manifest,” ujarnya.

Agar sosialisasi berjalan efektif dan masyarakat merasakan arus lalu lintas menuju pelabuhan berjalan lancar, khususnya ke Pelabuhan Bakauheni, kendaraan yang belum membeli tiket penyeberangan secara online akan dikeluarkan ke jalur khusus yang telah disiapkan.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang sebaiknya membeli tiket secara online mulai sekarang agar tidak dikeluarkan dari jalur antrean ke pelabuhan, khususnya di Bakauheni, sehingga calon penumpang tidak tersita waktunya lebih lama dan bakal kapok,” tukas Dirjen Budi.

Dirjen Budi menambahkan, langkah lanjutan yang sedang dilakukan adalah koordinasi dengan Bank Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Telkom Indonesia untuk mengatasi cut off system dari bank yang sering terjadi pada pukul 00.00 s.d 01.00 waktu setempat, sehingga pada jam-jam tersebut transaksi online tetap dapat dilakukan.

Seperti diketahui, untuk pembelian tiket penyeberangan secara online ini, sudah bisa dilakukan 60 hari sebelum keberangkatan, hingga tiga jam sebelum keberangkatan.

ASDP Tingkatkan Pelayanan Pembelian Tiket yang Semakin Mudah dan Aman

Sepakat dengan langkah-langkah yang dilakukan Dirjen Perhubungan Darat, Pihak ASDP Indonesia Ferry terus berupaya menghadirkan layanan penyeberangan yang kian mudah, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa mulai dari pembelian tiket, perjalanan di kapal, hingga tiba di pelabuhan tujuan di era AKB di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan ASDP akan terus mengimbau masyarakat pengguna jasa angkutan penyeberangan feri agar mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik, yakni melakukan reservasi dan membeli tiket secara online melalui www.ferizy.com atau aplikasi Ferizy yang dapat diunduh pengguna Android di Play Store.

“Khususnya bagi pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Pembelian tiket online secara mandiri melalui website maupun aplikasi sangat mudah dan pencatatan manifest terkait data asuransi yang menjadi hak pengguna jasa juga semakin akurat,” jelas Ira

Ira menambahkan, beli tiket via online kini semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 3 jam sebelum keberangkatan. “Tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup scan barcode yang didapat saat beli online lalu akan mendapat boarding pass untuk naik kapal. Sesimpel itu saja," ujar Ira.

Apalagi, di masa AKB saat ini, pengguna jasa harus senantiasa menjaga jarak (physical distancing) sehingga dengan membeli tiket secara online, maka akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket dan risiko berdesakan dengan calon penumpang lainnya.

Ira mengakui, tren pembelian tiket via online terus meningkat seiring gaya hidup masyarakat yang cenderung bertransaksi elektronik. Selain melalui website dan aplikasi, masyarakat kini dapat membeli tiket feri di gerai Alfamart sebagai mitra penjualan tiket ASDP dengan biaya admin Rp1.000 sampai Rp5.000 disesuaikan jumlah nominal per transaksi.

"Kami berharap agar pengguna jasa tetap produktif, bisa bepergian dengan aman, nyaman, dan tetap sehat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Kunci utamanya, kita semua, baik operator, regulator dan pengguna jasa harus disiplin dan ikuti aturan, hal ini penting bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain," tukasnya.

Di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, dan Ketapang, Gilimanuk, Lembar dan Padangbai, ungkap Ira, selain mengutamakan pembelian tiket secara online juga menerapkan protokol kesehatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan yang tetap terus dilaksanakan dengan ketat.

Penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal adalah wajib bagi penumpang, lanjut Ira. ASDP juga menyediaan wastafel dan hand sanitizer serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

Ira mengaku sangat concern dengan penerapan protokol kesehatan tersebut dan mengingatkan kembali agar jangan sampai setiap ada mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi angkutan penyeberangan yang berlebih terkait hari besar/libur panjang, sehinga akan berdampak terhadap peningkatan jumlah orang terpapar Covid-19.

“Kami himbau agar pengguna jasa angkutan penyeberangan mulai dari awal pembelian tiket, masuk pelabuhan, selama perjalanan hingga keluar dari pelabuhan tujuan agar selalu mematuhi protokol kesehatan," imbuh Ira.

Siap Patuhi Himbauan Pembelian Tiket Lewat Aplikasi Ferizy

Himbauan dari pihak ASDP dan juga Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dapat dimengerti dan akan dipatuhi oleh perusahaan distribusi jasa angkutan. Pimpinan PT Rapi Trans Logistik Indonesia Sulaksono saat dimintai komentarnya mengaku siap memenuhi himbauan Pemerintah dan segera membeli tiket penyeberangan lewat online. Sebenarnya, lanjut Sulaksono, ini sudah dilakukan sejak tahun lalu, untuk truk kargonya saat mengirim barang ke luar Jawa- Bali dan juga Sumatera.

“Bila himbauan itu untuk memperlancar ekspedisi – pengiriman barang, tentunya kita selalu mendukung sepenuhnya. Kalau pengiriman barang terlambat atau terhambat tentunya kita yang rugi sendiri, “ jelas Sulaksono.

Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh seorang pengacara putera daerah OKI - Sumatera Selatan, A. Mattauch. SH, yang kerap bolak balik ke Palembang dan juga Lampung untuk urusan pekerjaan dan juga menjenguk keluarga – orang tua.

“Pembelian tiket melalui online, selain memudahkan juga tidak memakan waktu serta kapan dan di mana saja kami berada bisa mengakses dan memesan tiket,” ungkapnya.

Ia merasa berbesar hati dengan imbauan Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, yang memperhatikan dengan detail kebutuhan masyarakat di tengah pandemi ini karena dengan kelancaran transportasi darat dan penyeberangan, ia bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman. (IS/AS/HG/CH)