Liputan Khusus

Infrastruktur Transportasi Wujudkan Kecemerlangan Perekonomian Indonesia

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 30 Maret 2021
Jumlah Dilihat: 44293 kali

JAKARTA - Akhir pekan lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau beberapa proyek infrastruktur yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Kunjungan dilakukan ke Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon, Maluku, terkait dengan rencana pembangunan pelabuhan baru Ambon yang terintegrasi dengan pusat kegiatan perikanan dalam rangka mendukung Provinsi Maluku menjadi lumbung ikan nasional.

Menhub Budi Karya, dalam keterangannya yang dilansir berbagai media nasional Kamis lalu (25/3) mengungkapkan, Pelabuhan Baru Terpadu di Ambon yang segera dibangun tersebut akan menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur.

Konektivitas Ekspor

Kementerian Perhubungan, lanjut Menhub Budi Karya, berkomitmen mendukung peningkataneksporhasil perikanan Indonesia di wilayah Indonesia Timur. Diharapkan infrastruktur pelabuhan yang segera dibangun tersebut bukan saja akan terjadi konektivitas transportasi tetapi juga terjadi konektivitas perekonomian antara Indonesia dan negara-negara tujuan ekspordengan mudah. “Konektivitas perdagangan dan perekonomian langsung akan terjadi dengan mudah dari Maluku ke Australia, ” ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Infrastruktur Membuat Indonesia Berkembang

Sebelumnya, Menteri Perhubungan juga mendampingi Presiden RI Joko Widodo meresmikan Terminal Baru Bandara Kuabang yang terletak di Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Terminal baru tersebut memiliki luas 3500 m2 sehingga siap digunakan untuk aktivitas penerbangan reguler yang dapat menghubungkan masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitarnya ke berbagai kota di Indonesia. Presiden juga berharap muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara yang baru dikembangkan tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip berbagai media Rabu, (24/3), Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya tetap fokus membangun infrastruktur, termasuk infrastruktur transportasi di seluruh wilayah Indonesia, meski dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Menurut Presiden, membangun infrastruktur bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga akan membangun dan memunculkan banyak hal, yang membuat Indonesia berkembang.

Pertama, menurut Presiden, membangun infrastruktur sama dengan membangun peradaban. Keberadaan bandar udara, lanjut Presiden mengajarkan kepada masyarakat untuk berdisiplin dan menghargai waktu. Untuk terbang ke kota lain dengan pesawat udara, seseorang harus datang tepat waktu agar tidak tertinggal oleh pesawat. “Membangun kedisiplinan baru dan membangun peradaban baru, ini penting,” ujar Presiden Joko Widodo.

Kedua, lanjut Presiden, infrastruktur akan memudahkan bangsa ini bersaing dengan bangsa lain ditengah kompetisi yang kian ketat. “Kita harus membangun daya saing bangsa ini dan siap untuk berkompetisi dengan negara lain,”cetusnya.

Ketiga, pembangunan infrastruktur adalah upaya membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan yang hanya terkonsentrasi di Jawa dalam beberapa dekade ini telah menimbulkan ketimpangan pembangunan. “Misalnya, jalan jangan hanya dibangun di Jawa saja. Bandara jangan di Sumatera saja. Masyarakat Indonesia Timur juga memiliki hak yang sama untuk memiliki bandara dan jalan yang baik. Jadi pembangunan infrastruktur ini adalah untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Keempat, infrastruktur adalah untuk menyatukan Indonesia. Infrastruktur membuat Indonesia terhubung satu sama lain, terjadi konektivitas antar wilayah dan kota, dan membuat masyarakat bersatu.

Visi Besar

Pembangunan sektor infrastruktur, termasuk infrastruktur transportasi yang kini digeberpembangunannya oleh Kementerian Perhubungan merupakan visi besar Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, setahun yang lalu, seperti yang pernah dilansir berbagai media nasional, Presiden pernah mengungkapkan visi besarnya tentang pembangunan infrastruktur yang terus dikebut. Pembangunan sektor infrastruktur, ungkap Presiden, dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah di tanah air. Dengan terjadinya konektivitas antar daerah, diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga untuk memudahkan mobilitas manusia dan barang, serta membuat harga bahan pokok semakin terjangkau dan disparitas harga makin mudah dikendalikan.

“Pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari implementasi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat,”cetus Presiden Jokowi.

Visi yang kedua, Presiden Jokowi berkomitmen membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dalam kerangka negara kesatuan. Pembangunan infrastruktur , menurut Presiden Jokowi merupakan syarat bagi pondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia masa depan, dan menjadi kunci penting dalam transformasi ekonomi nasional.

Kecemerlangan Perekonomian Indonesia Masa Depan

Kecemerlangan perekonomian Indonesia masa depan sangat ditentukan apa yang diperbuat bangsa Indonesia saat ini. Itulah yang mendasari Presiden Jokowi, terusmengembangkan berbagai sarana dan infrastruktur transportasi, termasuk pelabuhan dan bandara, seperti pengembangan Bandara Rembele yang terletak di Gampong Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, enam tahun lalu.

Bandara Rembele menjadi gerbang udara satu satunya yang berada di dataran tinggi dan menjadi pintu masuk menuju kawasan eksotik daerah Dataran Tinggi Gayo. Dahulu kawasan ini merupakan daerah terisolir. Setelah pembangunan infrastruktur jalan dan Bandara Rembele dikembangkan, Dataran Tinggi Gayo menjadi salah satu permata nusantara yang mempesona. Berbagai kawasan wisata menarik seperti wisata Danau Laut Tawar, Dermaga Dedalu, Pantan Terong, Bur Luncuk Leweng, Air Terjun Reje Ilang, Air Terjun Transaran Bidin, Air Terjun Rerebe dan beberapa kawasan wisata eksotik lainnya dapat dengan mudah diekplorasi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara. Demikian juga dengan produk-produk hasil pertanian. Biji kopi asal dataran tinggi Gayo misalnya merupakan produk kopi yang paling tenar di dunia perkopian internasioanal. Bagaimana masyarakat dapat berkunjung dan terjadi transaksi ekonomi yang memadai jika sarana transportasi tidak memadai di kawasan tersebut. Maka, saat itu, tahun 2014, Presiden Joko Widodo menugaskan Kementerian Perhubungan untuk memprioritaskan pengembangan fasilitas Bandara Rembele sehingga dapat menjadi daya ungkit bagi semua potensi ekonomi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo. Presiden yakin dimasa-masa mendatang kecemerlangan perekonomian akan terjadi di kawasan ini.

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi lainnya seperti pelabuhan, dan bandara, yang kini sedang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan di berbagai wilayah, diharapkan menjadi akselerator perekonomian di wilayah setempat dan menjadi daya ungkit dan kecermelangan perekonomian Indonesia masa depan. (IS/AS/HG/HT/JD)