Berita Umum

Indonesia Tawarkan Proyek Pengembangan Kereta Api dan Pelabuhan Pada Pertemuan ke-8 ASEAN-ROK

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Rabu, 12 Juli 2017
Jumlah Dilihat: 976 kali

SEOUL – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, menawarkan proyek pengembangan kereta api dan pelabuhan di Indonesia kepada beberapa perusahaan Korea yang hadir dalam pertemuan "Business Matching", yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Pertemuan ke-8 ASEAN-ROK (Republic Of Korea) Transport Cooperation Forum di Seoul, Korea pada tanggal 12-14 Juli 2017.

Dalam paparannya, Sugihardjo yang bertindak sebagai STOM Leader Indonesia, menyampaikan daftar proyek potensial sektor transportasi yang ditawarkan kepada investor asing melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha). “Seperti Jabodetabek perlu dikembangkan sistem transportasi massal yang berbasis ITS (Intelelligent Transport System),” urai Sugihardjo.

Sementara itu Vice Minister Of Land, Infrastructure and Transport Korea, Sung-Kyu Maeng, dalam sambutan pembukaan sebagai tuan rumah pertemuan, menegaskan komitmen Pemerintah Korea untuk ikut membantu negara ASEAN khususnya di sektor transportasi.

ASEAN - ROK Transport Cooperation Forum mengusung tema “Building a Better ASEAN Transport System for the Era of the 4th Industrial Revolution”. Pada Forum tersebut, akademisi Korea menyampaikan paparan terkait perkembangan teknologi dalam dunia transportasi.

Sedangkan wakil dari ASEAN - Indonesia, Malaysia dan Singapura – menyampaikan sharing best practice di negaranya. Selaku Ketua Delegasi RI, Sugihardjo berkesempatan menyampaikan paparan tentang “technology development to support connectivity growth” yang terkait perkembangan teknologi sektor transportasi untuk mendukung pertumbuhan konektivitas di Indonesia.

Seperti diketahui, Pemerintah Korea melalui MOLIT (Ministry of Land, Infrastructure and Transport) mempunyai komitmen membantu negara ASEAN khususnya di sektor transportasi. Hal ini ditunjukkan dengan dilakukannya training program Logistics Policy and Operation Course; Railway Policy and Safety Course; Urban Transport dan Land Expropriation and Compensation kepada negara ASEAN dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Korea. Pada kesempatan itu, peserta training program hadir pula sebagai pertisipan pada rangkaian pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Kemenhub didampingi oleh wakil dari Biro Kerja Sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Atase Perhubungan Tokyo.