(Bali, 22/4/2013) Sebagai pre event dari pertemuan ke-7 (tujuh) “Regional Environmentally Sustainable Transport Forum/Transportasi Berkelanjutan Yang Ramah Lingkungan (EST) Forum In Asia. Kementerian Perhubungan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan menyelenggarakan Forum Environmentally Sustainable Transport Forum (EST) Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Westin, Nusa dua, Bali pada 22 April 2013 dan dibuka oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang susantono.

 
Kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 300 orang, terdiri dari perwakilan beberapa instansi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi dan sektor swasta tersebut bertujuan untuk memberikan perhatian lebih terhadap isu pemanasan global yang saat ini menjadi permasalahan di seluruh dunia.
 
Forum EST Indonesia dapat menjadi sarana, antara lain untuk : memfasilitasi dialog kebijakan secara berkala melalui forum EST Daerah yang merupakan platform strategis dan sarana untuk untuk bertukar/berbagi pengetahuan mengenai praktik terbaik, instrumen kebijakan, alat, teknologi, dll yang menyangkut aspek EST sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Pernyataan Aichi; Memberikan bantuan kepada daerah untuk mengembangkan strategi EST berdasarkan situasi, kebutuhan, dan prioritas daerah tertentu dan Membangun hubungan substansial antara inisiatif EST Asia dan lainnya yang terkait terus-menerus di wilayah regional dan internasional untuk mencapai sinergi yang lebih besar dalam berbagai bidang EST.
 
Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengajak seluruh stakeholder transportasi dalam rangka bagaimana membangun sistem transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Lebih baik disini dalam artian tidak hanya bagaimana membangun transportasi perkotaan yang aman, nyaman dan terintegrasi, tetapi juga memperhatikan faktor ramah lingkungan dalam rangka mengurangi emisi karbon dioksida dan efek gas rumah kaca.
 
Dalam Forum EST Indonesia ini, akan hadir beberapa pembicara yang akan membahas seputar pengembangan transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan diantaranya sesi pertama: Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Lingkungan, Dr.Wendy Aritenang mendiskusikan “Strategi ESTI”; Sesi kedua : Sekretaris Badan Litbang Dr.Elly Sinaga.M.Sc – mendiskusikan“Pengembangan Transportasi Multimoda Yang Berkelanjutan” ; dan sesi ketiga : Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Kemenhub, Ir. Hary Boediarto S – mendiskusikan “Indonesia Nationally Appropriate Mitigation Action (NAMA’S)”.
 
Seperti diketahui saat ini sektor transportasi bertanggung jawab terhadap meningkatnya emisi gas rumah kaca yang berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global. Berdasarkan data, sektor transportasi di dunia menghasilkan emisi sebesar 68 Juta Ton CO2 equivalent (MtCO2-eq) pada tahun 2005 atau sebesar 23% dari emisi yang dihasilkan oleh sektor energi. Kontributor terbesar dari emisi transportasi ini adalah sektor transportasi darat sebesar 89%, disusul oleh transportasi laut sebesar 6%, transportasi udara 4%, dan kereta api sebesar 1% (Mc Kinsey, 2007).  
 
Di Indonesia sendiri, dengan jumlah penduduk di daerah perkotaan telah meningkat secara signifikan yang berdampak pada bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahunnya. Hal ini secara paralel meningkatkan konsumsi bahan bakar untuk sektor transportasi. Oleh karena itu, perencanaan strategis untuk mempromosikan transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut secara terpadu.
 
Pentingnya transportasi ramah lingkungan dan tindakan yang diperlukan harus diambil pada tingkat nasional maupun internasional yang telah diakui dalam beberapa perjanjian Internasional. Salah satunya di pertemuan Johanesburg Implementation Plan (JPOI), yang mendorong negara-negara untuk mempromosikan pendekatan terpadu untuk pembuatan kebijakan di tingkat nasional, regional, dan lokal untuk sistem transportasi untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan menyerukan kepada negara-negara untuk mengurangi penyakit pernapasan dan dampak kesehatan lainnya akibat polusi udara, dengan perhatian khusus kepada perempuan dan anak-anak.
 
Di Asia sendiri, telah banyak dilakukan pertemuan-pertemuan dalam mengkampanyekan transportasi yang ramah lingkungan , salah satunya adalah pada kegiatan Dialog Kebijakan Manila untuk Lingkungan Hidup dan Transportasi di Asia, yang diselenggarakan pada tanggal 16-17 Januari 2004 di Manila, Filipina, yang mengadopsi pernyataan bersama yang disebut "Deklarasi Manila" untuk mempromosikan Environmentally Sustainable Transport (EST di Asia), yang mendesak negara-negara Asia untuk mengembangkan Strategi Nasional EST dan program untuk promosi EST.
 
Beberapa hal yang akan dibahas dalam Forum EST Indonesia antara lain: National EST Strategy for Indonesia; Multi Modal Sustainable Development; Sustainable Development in Maritime; Sustainable Development in Road; EST strategy for Indonesia; Indonesia Emission Reduction Policy; and Indonesia Pilot Project in Indonesia NAMA’s.
 
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai Pembicara lain diantaranya : Prof. OfyarThamin  (ITB), , Prof. Yoshitsugu Hayashi (Nagoya University), Mr. Tom Hamlin (UN DESA), Mr. Cornie Huizenga (SLoCaT), Mr. Michael Replogle (ITDP, Washington D.C.), Prof. Tavasszy  (Delft University), Manfred Breithaup  (GIZ), Ms. Sophie Phunte (Clean Air Asia), Ms. Heather Allen (Transport Research Board – TRL), NAMAs (Dr. Andrea, - GIZ), Dr. Manasori Gennai dan Dr.Hiroyuki Takeshita (ITPS), Arif (Kementeran Lingkungan Hidup) dan Walikota  Manado. (RDH)