General News

Dorong Transformasi Digital, Kemenhub Berupaya Kembangkan Intelligent Transport System

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Tuesday, 09 October 2018
View:: 373 times

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong inovasi melalui transformasi digital. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan Intelligent Transport System (ITS) untuk membuat prasarana dan sarana transportasi menjadi lebih informatif, lancar, aman, nyaman serta ramah lingkungan. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono saat memberikan keynote speech pada acara Indonesia Knowledge Forum VII 2018: Conference & Expo dengan tema Leveraging Information and Technology For Sustainable Transportation System, Selasa (9/10), di Jakarta.

“Diharapkan sistem (ITS) ini mampu mempermudah kita semua para pengguna jasa transportasi massal, termasuk bagi pengguna tarnsportasi berkebutuhan khusus. Sistem ini mempunyai tujuan dasar untuk membuat sistem transportasi yang cerdas sehingga dapat membantu pengguna transportasi mendapatkan informasi, mempermudah transaksi, meningkatkan kapasitas prasarana dan sarana, mengurangi kemacetan, meningkatkan keamanan dan kenyamanan, serta mengurangi polusi lingkungan,” jelas Sesjen Djoko Sasono.

Lebih lanjut Djoko Sasono mengatakan bahwa Kemenhub mendukung konsep kota pintar/smart city yang dipadukan dengan penerapan ITS di sektor transportasi, seperti contohnya : Advanced Traffic Signal Control Systems (ATSCS) yaitu suatu sistem yang mengontrol sinyal kepadatan lalu lintas secara real time, Electronic Toll Collecting System (ETCS) yaitu implementasi pembayaran tol menggunakan alat khusus On Board Unit (OBU), Bus Rapid Transit (BRT), Bus Information Management System (BIMS) yaitu penyediaan informasi kedatangan bus secara real time melalui internet dan aplikasi smartphone, Automatic Fare Collection (AFC) and Smartcard yaitu suatu konsep pembayaran angkutan umum menggunakan smart card, Integrated Traffic Management Center (ITMC) yaitu menyediakan informasi lalu lintas secara real time dengan pusat kendali di Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), serta Moovit yaitu aplikasi mobile informasi angkutan umum terintegrasi di Jabodetabek.

“Beberapa inovasi di sektor transportasi yang telah lakukan terkait pemanfaatan IT ini antara lain ATSCS. Sistem ini dibuat agar pengaturan lalu lintas lebih responsif, menggunakan teknologi sensor signal lampu merah atau hijau. Selain itu, ada juga ETCS, suatu system dimana semua pintu tol harus menggunakan uang elektronik dengan harapan mengurangi waktu transaksi dan memperpendek antrian,”jelas Djoko

“Kita juga menerapkan BRT, ini memang belum sempurna tetapi perlahan nanti akan menjadi bagian membangun kota yang cerdas. Kedepan transaksi pembayaran angkutan bus akan seperti moda udara, mengurangi transaksi tradisional dan meningkatkan transaksi digital,” lanjut Djoko.

Melalui penerapan transportasi berbasis Teknologi Informasi tersebut, Djoko mengharapkan masyarakat dapat menggunakan angkutan umum. “Untuk itu dengan pengembangan ITS ini kita harapkan sebagian dari pengguna kendaraan pribadi dengan pindah ke kendaraan umum dengan jaminan tentang masalah kenyamanan dan keamanan terjamin. Dengan IT, kita ingin membangun masyarakat yang rasional, mengedepankan logika dan menekan emosional,” tutup Djoko. (LFH/RDL/RK/BI)