Badan Pengembangan SDM

BP2IP NAD Siap Beroperasi Tahun ini

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Kamis, 19 April 2012
Jumlah Dilihat: 3223 kali

(Semarang, 18/4/2012) Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP)  Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam   tahun diyakini sudah bisa menyelenggarakan pendidikan untuk program keterampilan kepelautan , seperti Basic Safety Training (BST) dan Survival Craft & Rescue Boats (SCRB).

Ketua Tim Persiapan Peresmian  BP2IP Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Capt. Wisno Handoko menyatakan sampai saat ini persiapan akhir pembangunan terus berjalan, sehingga pada saatnya peresmian sudah siap.

“Saat ini Surat Keputusan dari Kementerian PAN tentang  Satuan Kerja BP2IP  NAD sudah ada, dan kini masih menunggu Keputusan Menteri Perhubungan untuk ditetapkan sebagai   BP2IP,” ‘ungkap Capt. Wisnu  Handoko yang ditemui dephub.go.id seusai acara wisuda perwira pelayaran besar PIP Semarang (18/4).

Pembangunan kampus BP2IP di NAD merupakan program Badan Pengembangan Sumber Daya manusia Perhubungan, Kementerian Perhubungan, untuk meningkatkan jumlah pelaut di Indonesia. Penempatan di wilayah itu terkait dengan upaya pemerintah untuk lebih mendekatkan lembaga pendidikan kepelautan pada  putra-putri daerah yang berminat menjadi pelaut di kawasan Sumatera. Sebab sampai saat ini lembaga pendidikan pelayaran dibawah naungan pembinaan BPSDMP, Kementerian Perhubungan di kawasan Sumatera baru ada dua sekolah yakni, BP2TD (Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat)  dan  Balai Pendidikan dan pelatihan Penerbangan (BP2 Pnb).

 “Jadi putra-putri daerah yang ada di kawasan Aceh dan Sumatera secara umum yang ingin menjadi pelaut, bisa di BP2IP Aceh ini,” ungkap Wisnu Handoko.


Lebih jauh Wisnu Handoko menyatakan, selain akan menyelenggaraka program  pelatihan keterampilan, rencananya untuk tahap awal  dapat juga menyelenggarakan program pendidikan untuk Program Pendidikan dan Pelatihan  Dasar (DP D)  maupun penjenjangan  ketingkat ANT V dan ATT V.

“Ruang kelas, peralatan praktek maupun instrukstur sudah mencukupi untuk program pelaut dasara dan  pelatihan keterampilan, “ ujar Wisnu Handoko.


Manfaat lainnya dengan keberadaan BP2IP NAD itu adalah sekolah pelayaran swasta  yang akan bekerjasama dalam hal  penggunaan  fasilitas praktek  bisa dilakukan.

Sebagaimana dalam ketentuan standar pendidikan sekolah pelayaran, yang tertuang dalam Quality Standard System (QSS), sekolah  pelayaran wajib menyelenggarakan kegiatan praktek sekolah sesuai dengan jurusannya. Hanya saja sampa saat ini peralatan praktek di sekolah pelayaran swasta sulit disediakan, sehingga untuk memenuhi persyaratan tersebut, bisa melakukan kerja sama dengan sekolah yang sudah memiliki peralatan prakek yang sesuai dengan standar QSS.
“Selama ini sekolah pelayaran swasta yang akan praktek para tarunanya bekerjsama diluar Sumatera, tetapi dengan adanya BP2IP di Aceh ini, maka mereka bisa lebih dekat ketika para tarunanya akan melakukan kegiatan praktek di kelas,” tambah Wisnu Handoko. (AB)