Berita Umum

Menhub Tinjau Persiapan Kereta Api Menghadapi Angkutan Lebaran 1427H/2006

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Rabu, 18 Oktober 2006
Jumlah Dilihat: 2218 kali

Pada akhir kunjungan Menhub menyimpulkan bahwa kereta api cukup siap untuk mendukung penyelenggaraan angkutan lebaran 1427H/2006. Kesimpulan ini setidaknya didasarkan oleh 4 indikator yaitu :

  1. Kesiapan prasarana dan sarana
    Untuk angkutan kereta ekonomi dimana Pemerintah memiliki kewajiban dan kewenangan untuk mengatur secara langsung, telah diupayakan penambahan kereta ekonomi sebanyak 35 gerbong . Penambahan kereta baru tersebut terdiri dari 15 kereta baru sama sekali yang merupakan produksi PT INKA yang setidaknya pada H-10 harus keluar, dan 10 kereta lama yang diremajakan oleh Balai Yasa Manggarai PT Kereta Api sia Indonesia.
  2. Keselamatan dan keamanan
    Keselamatan merupakan hal yang mendasar yang tidak dapat ditawar-tawar. Untuk itu pada kunjungan tersebut Menhub berkesempatan secara langsung mengecek dan melihat sendiri perawatan sarana (kereta dan lokomotif) di Balai Yasa Manggarai milik PT Kereta Api Indonesia. Menhub membuktikan bahwa sinyalemen minimnya ketersediaan suku cadang roda kereta api tidaklah benar. Ketersediaan roda cukup memadai sehingga kelangsungan operasi tidak akan terganggu. Selain itu Menhub juga menginstruksikan agar pemeriksaan rel lebih diintesifkan untuk mengantisipasi kerusakan rel yang disebabkan karena pencurian komponen oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
  3. Tarif
    Pengecekan di lapangan yang dilakukan Menhub di lapangan tidak menemukan bukti-bukti adanya kenaikan tarif untuk kelas ekonomi. Khusus kelas ekonomi Pemerintah memiliki kewenangan untuk campur tangan mengatur tarif. Melalui mekanisme PSO Pemerintahmenjamin tarif ekonomi tetap terjangkau dan tidak dinaikkan sekalipun menghadapi peak season seperti angkutan lebaran. Sedangkan untuk kereta kelas eksekutif Pemerintah tidak memiliki kewenangan mengatur. Penentuan besaran tarif kelas eksekutif diserahkan kepada operator berdasarkan mekanisme pasar. Sementara itu menyangkut percaloan Menhub menyatakan bahwa keberadaan calo secara bertahap akan berkurang seiring penggunaan sistem on line. Melalui sistem o­n line ini masyarakat dapat memesan karcis satu bulan sebelum waktu keberangkatan dan dimana saja di stasiun yang telah masuk dalam jaringan on-line.
  4. Manajemen pengendalian operasi
    PT Kereta Api Indonesia telah menyiapkan manajemen pengedali operasi yang memadai dengan menyiapkan Posko sekaligus sumber daya manusia berikut standar prosedur operasi. Pada saat kunjungan ke Balai Yasa Manggarai Menhub mencatat temuan yang perlu mendapatkan perhatian serius, yaitu sebagian besar peralatan telah berumur cukup tua. Meskipun masih dapat digunakan dengan cukup baik, peralatan yang cukup tua di Balai Yasa Manggarai ini perlu diremajakan. Hal ini terkait dengan komitmen untuk menegakkan keselamatan, dimana dengan peralatan yang baru diharapkan lebih mampu mendukung kegiatan perawatan lebih optimal terutama menyangkut ketepatan (precise) dalam memenuhi standar (brd).