Berita Umum

Dephub dan Depbudpar Sinergikan Program Untuk Dukung Pariwisata Indonesia

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 22 Mei 2007
Jumlah Dilihat: 2683 kali

Pertemuan tersebut dilakukan dalam upaya mensinergikan program yang dilakukan Departemen Perhubungan dengan program Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dalam upaya meningkatkan arus wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Berbagai permasalahan muncul dalam diskusi tersebut antara lain banyaknya minat wisatawan asing yang berkeinginan untuk datang ke Indonesia dengan menggunakan kapal cruise. Oleh karena itu Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mengharapkan pelabuhan-pelabuhan di daerah tujuan wisata dapat dilengkapi dan memenuhi syarat untuk disinggahi kapal-kapal pesiar. Menjawab pertanyan wartawan terkait dengan masalah keselamatan penerbangan, Menteri Perhubungan Jusman Safii Djamal menjelaskan bahwa Departemen Perhubungan terus melakukan perbaikan-perbaikan dengan melaksanakan Road Map to Safety yang telah dibuat pada saat Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. Dengan perbaikan keselamatan penerbangan tersebut pada akhirnya juga akan tercipta kenyamanan di layanan penerbangan.


Selanjutnya Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa untuk mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap dunia penerbangan Indonesia, Dirjen Perhubungan Udara Budhi M. Suyitno telah memberikan penjelasan secara terbuka tentang upaya-upaya perbaikan yang dilakukan Indonesia untuk meningkatkan keselamatan penerbangan Indonesia ke berbagai pihak antara lain National Transport Safety Board Amerika Serikat, Federal Aviation Agency (FAA), International Civil Aviation Organization (ICAO) serta badan-badan keselamatan penerbangan negara-negara yang ada di markas ICAO di Montreal Kanada.


Terkait dengan permintaan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk diijinkannya perusahaan penerbangan asing terbang langsung ke kota-kota tujuan wisata di Indonesia, Menteri Perhubungan Jusman Safii Djamal menyatakan bahwa masuknya penerbangan asing tersebut harus bersifat reciprocal yaitu secara timbal balik perusahaan penerbangan nasional Indonesia juga harus dapat menerbangi rute tersebut. "Masuknya perusahaan penerbangan asing tidak boleh mematikan perusahaan penerbangan nasional" demikian ditegaskan Menhub Jusman Safii Djamal. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan bahwa hubungan kerja antara Departemen Perhubungan dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata terkait dengan kepariwisataan telah jelas seperti dituangkan pada Inpres No 16 tahun 2005 yang menguraikan tugas-tugas Departemen Perhubungan dalam mensukseskan pariwisata Indonesia.


Pada kesempatan lain Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut Ajiph R. Anwar menjelaskan beberapa pelabuhan laut di daerah tujuan wisata seperti Pelabuhan Belawan (tujuan wisata Danao Toba), Pelabuhan Semarang (tujuan wisata Borobudur) dan Pelabuhan Bitung (tujuan wisata Bunaken) telah memiliki fasilitas untuk disinggahi kapal-kapal pesiar besar. Pada tahun 2007 ini Departemen Perhubungan tengah membangun pelabuhan khusus kapal pesiar di Labuan Amok Nusa Penida Bali. Pelabuhan yang akan memiliki dermaga sepanjang 150 meter serta jembatan ke dermaga sepanjang72 meter dengan kedalaman kolam 12-14 meter akan mampu melayani kapal pesiar berbobot sampai dengan 40.000 DWT (bobot mati). Pelabuhan khusus kapal pesiar ini akan siap dioperasikan pada akhir tahun 2008. Pada akhir jumpa pers Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan buku Laporan Kerja 2 Tahun Menteri Kebudayaan dan Pariwisata kepada Menteri Perhubungan. (bse)