Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi

Profil


Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi yang beralamat di Jl. Poros Pelabuhan Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 62 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan yang sebagaimana terakhir telah diubah menjadi Peraturan Menteri Nomor PM.130 Tahun 2015 yaitu melaksanakan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhan, keselamatan dan keamanan pelayaran pada pelabuhan, serta penyediaan dan pelayanan jasa kepelabuhan yang belum diusahakan secara komersial.

Secara Geografis Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi terletak di koordinat 4°-48′ – 51.5″ LS , 119°- 31′ – 21.2″ BT kurang lebih 60 kilometer dari Kota Makassar. Masuk ke dalam wilayah Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Pelabuhan Biringkassi merupakan pelabuhan khusus milik PT. Semen Tonasa. Pelabuhan Biringkassi adalah satu tempat dari 9 Unit Pengantongan Semen milik PT. Semen Tonasa yang berguna sebagai pendukung jaringan distribusi Semen Tonasa di daerah untuk memasarkan produknya. Wilayah Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Biringkassi meliputi beberapa wilayah yaitu; Wilker Maccini Baji, Wilker Pulau Salemo, Wilker Pulau Sabutung, Wilker Pulau Balang Lompo, Wilker Pulau Matalaang, Wilker Pulau Kalukalukuang, Wilker Pulau Balobaloang (*), Wilker Pulau Sailus (*) dan Wilker Pulau Sapuka (*).

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan dengan wilayah yang cukup luas dan terdiri atas tiga dimensi perwilayahan yaitu daratan, kepulauan, dan pegunungan. Dimensi ruang tersebut sangat mewarnai kehidupan penduduknya dengan profesi yang beraneka ragam seperti petani, nelayan, pegawai, pekerja tambang, pedagang, dan kegiatan jasa lainnya. Wilayah yang sangat luas sekitar 1.112,29 km2 yang terdiri atas kota, daerah daratan, dan pulau-pulau yang cukup jauh letaknya mengakibatkan peranan jasa perhubungan utamanya sub-sektor perhubungan laut sangat penting untuk memobilisasi penduduk khususnya yang bertempat tinggal di pulau-pulau yang berjumlah 117 buah. Keterisolasian daerah dapat diatasi dengan penyediaan jasa perhubungan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta yang secara bersama-sama memberi pelayanan sehingga masyarakat di daerah ini dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan turut serta berperan dalam pembangunan.