Unit Penyelenggara Bandar Udara Kalimarau

Sejarah


Bandara Kalimarau adalah bandar udara yang terletak di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau,Kalimantan Timurdengan koordinat 02°00'12"N dan117°25'52"E. Nama Kalimarau berasal dari anak sungai yang mengalir di depan terminal bandar udara. Kecamatan ini dahulu adalah sebuah kota yang berjaya pada masa lalu dan menjadi pusat industri batu bara yang ditandai dengan hadirnya perusahaan Stenkollen Matschappy Parapattan(SMP). Perusahaan penambangan batu bara milik Belanda yang berdiri pada 1912 itu menandai terbukanya Teluk Bayur bagi para pendatang.

Bandar Udara Kalimarau didirikan tahun 1976dengan kategori bandara perintis. Fasilitas Bandar Udara Kalimarau telah beberapa kali dilakukan peningkatan, diantaranya mulai peningkatan landasan pacu (runway) dan peralatan navigasi yang kemudian menjadikan Bandar Udara Kalimarau sebagai bandar udara Kelas I.

Sejarahawal berdirinya Bandar Udara Kalimarau mempunyai panjang runwaypada hanya 650 meter mengingat pesawat yang mendarat hanya pesawat kecil jenis MAF 506 dengan jumlah penumpang 5 orang dan 2 awak pesawat. Pesawat jenis ini, sering disebut pesawat Capung dan Apron saat itu masih menggunakan plat. Memasuki periode tahun 1990-an dilakukan peningkatan dengan pesawat yang mendarat dengan jenis Cassa dengan Airlines Deraya, Pelita, Asahi, DAS dengan type 100 dan 200 dengan menggunakan landasan lama yang berada tepat di sisi jalan raya Teluk Bayur. Sehubungan dengan telah banyak dilakukan pengembangan dan renovasi untuk peningkatan fasilitas, jenis pesawat yang mendarat juga mengalami peningkatan pada tahun 2002 dibandingkan yakni jenis ATR 42 milik perusahaan penerbangan yang beroperasi di Kalimarau seperti Deraya, DAS, dan Kal Star.

Sejak otonomi daerah terdapat pendanaan yang bersumber dari dana APBD Provinsidan Kabupaten,yang sebelumnya hanya mengandalkan APBN, dengan bertambahnya sumber pendanaan wajah Kalimarau terus berubah menjadi lebih baik lagi dan juga didukung perlengkapan navigasi yang turut di benahi pada tahun 2006 serta bandara ini mulai menambah fasilitas pendaratan visual seperti Precision Approach Path Indicator(PAPI).

Pada tahun 2007 dilakukan perpanjangan landasan menjadi 1.850 meter dan pelapisan landasan, semua peningkatan peralatan melalui dana APBN. Di masa sekarang dengan berkembangnya Kabupaten Berau menjadi kota pariwisata, maka Teluk Bayur dengan sejarah historisnya dijadikan sebagai pintu gerbang ke Kabupaten Berau untuk mendukung kegiatan pariwisata dan perindustrian.

Pada tahun 2008 Bandar Udara Kelas IKalimarau naik kelas dari kelas IV menjadi Bandar Udara Kelas II. Dengan ditunjuknyaPropinsi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON)pada tahun 2008, aktifiitas Bandara Kalimarau semakin pesat.Pesawat jet pertama yang membuka rute Balikpapan – Berau adalah maskapai Batavia Air dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200. Pada mulanya Maskapai Batavia Air hanya mengangkut Atlet dan Official PartnerPON 2008. Namun, setelah melihat tingginya minat masyarakatakan kebutuhan transportasi udara maka Batavia Air Resmi membuka rute Berau – Balikpapan PP.

Pada tahun 2010,BandaraKalimarau dilakukan pengembangan pembangunan gedung terminal baru yang dananya berasal dari APBD Kabupaten Berau dengan nilai Rp480 Miliar. Terminal baru dilengkapi dengan gedung terminal 2 lantaidan2 unit Garabarata. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur. Kemudian, pada tahun 2011 dilakukan perpanjangan landas pacu dari 1.850MX30M menjadi 2.250Mx45M dan diresmikan pada tahun 2012. Dengan landas pacu baru, BandaraKalimaraudapatdidarati maskapai Trigana Air menggunakan Boeing 737-200 dan Sriwijaya Air menggunakan Boeing 737-300. Gedung terminalbaru Bandara Kalimarau diresmikan secara kolektif oleh Presiden Republik IndonesiaSusilo Bambang Yudhoyonopada tanggal 24 Oktober 2014 di Balikpapan.

Dengan dibukanya Kabupaten Berau sebagai kota wisata maka pertumbuhan penumpang cukup signifikan dengan ditandai makin banyaknya maskapai penerbangan yang beroperasi. Maskapai yang beroperasi di Bandara Kelas I Kalimarau saat ini yaitu :

1.Garuda Indonesia, denganmenggunakan Pesawat CRJ-1000 melayani penerbangan 2 x sehari dengan rute Berau – Balikpapan PP;

2.Sriwijaya Air, denganmenggunakan pesawat Boeing 737/300/400/500 melayani rute Berau-Balikpapan PP(daily) dan Berau-Surabaya PP(selasa, kamis,sabtu);

3.NAM Air, denganmenggunakan pesawat ATR 72-500/600 melayani penerbangan 1 x sehari rute Berau – Balikpapan PP;

4.Wings Air,menggunakan pesawat ATR 72-500/600 melayani penerbangan 3 x sehari rute Berau – Balikpapan PP;

5.Express Air,menggunakan pesawat ATR 42/300/500 melayani rute Berau–Samarinda–Berau-Tarakan-Berau-Samarinda-Berau (daily);

6.Susi Air (Perintis), denganmenggunakan pesawat C208 melayani penerbangan 1 x seminggu rute Tarakan – Maratua - Kalimarau PP.

Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara,yang keberadaannya secara hukum didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM40Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara, sebagaimanatelahdiubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan NomorPM 83Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM40Tahun2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara.Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara dipimpin oleh seorang Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara.Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara, kegiatan keamanan, keselamatan dan ketertiban penerbangan pada bandar udara yang belum diusahakan secara komersial.Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai operator berkewajiban melaporkan kegiatan penyelenggaraan bandar udara dan kegiatan penerbangan di wilayah kerjanya kepada Kantor Otoritas Bandar Udara yang melaksanakan fungsi regulator.