Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Tanjung Redeb

Sejarah


Sejarah singkat Kantor Pelabuhan Tanjung Redeb pada mulanya telah dilaksanakan serah terima Gudang dan Dermaga dari Kepala Inspeksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tarakan kepada Kepala Pelabuhan Tarakan pada tanggal 11 Juni 1977 di Tanjung Redeb.

Dengan adanya perubahan di tubuh Departemen Perhubungan, dimana Kantor Pelabuhan/ Wakil Syahbandaran berubah menjadi perusahaan umum. Pelabuhan Cabang Tarakan di Tanjung Redeb yang merangkap pula sebagai Syahbandar Tanjung Redeb. Dimana Penerimaan Jasa Pelabuhan, tambat, labuh, Gudang, dan lain-lainnya disetor ke Kas Perum Tarakan.

Dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. 89 Tahun 1985, semua penerimaan jasa labuh, tambat, penunpukan barang dan lain-lain disetor ke Kas Negara. Pada tanggal 15 September 1987 Operasional Pelabuhan Perum Cabang Tarakan di Tanjung Redeb mengalami devisit (rugi) dinyatakan dilikuidasi. Jabatan Kepala Kantor Perusahaan Umum Pelabuhan Cabang Tarakan di Tanjung Redeb diserah terimakan dengan KM. No.71 Tahun 1989. Daerah Tanjung Redeb hanya 1 (satu) Unit Operasional yaitu Kantor Pelabuhan Tanjung Redeb dan Surat Kakanwil Dephub Propinsi Kaltim No. 004/Tgl/To-004-PHB Kaltim 1989 tanggal 23 Mei 1989 memerintahkan kepada Direktur Perum Pelabuhan Ujung Pandang agar pengelolaan Pelabuhan Tanjung Redeb sepenuhnya dilaksanakan oleh Kantor Pelabuhan dan Surat Direktur Perum Pelabuhan IV Ujung Pandang No.D-IV-494/DU tanggal 13 Mei 1989 perihal memerintahkan pada Kantor Unit Pelaksana Perum Pelabuhan IV Cabang Tarakan di Tanjung Redeb melimpahkan pengelolaan Pelabuhan kepada Kepala Kantor Pelabuhan Tanjung Redeb. Berita acara serah terima pada tanggal 25 Mei 1989 Operasional Pelabuhan Tanjung Redeb diserahkan kepada Bapak A. Limanto sebagai Kepala Pelabuhan Tanjung Redeb.

Disisi lain tak terasa langkah dan waktu mengantar kita mengakhiri tahun 2016, serta tidak sedikit upaya dan usaha yang telah dilaksanakan sepanjang tahun ini. Namun demikian kita sadar bahwa tugas/ kegiatan dan sasaran yang dicapai belum optimal tetapi program kerja dapat berjalan sesuai dengan rencana semula.

Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan perekonomian daerah saat ini dan dalam rangka pengukuhan kerja dan menemukenali permasalahan yang dicapai,maka, dengan ini data yang dilaporkan secara garis besar dan merupakan hasil kerja maksimal serta keadaan yang dapat dicapai pada pelabuhan Tanjung Redeb dengan harapan kiranya data ini dapat menjadi bahan penyusunan strategi kegiatan dibidang Perhubungan Laut untuk mengantisipasi pada tahun -tahun mendatang.