Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar

Sejarah


Pelabuhan Makassar yang terletak di bagian barat kota Makassar tepat berada di bibir pantai jalur selat Makassar,sejak dahulu dikenal oleh para pedagang dan pelaut.

Sejak abad ke-17 pada masa pemerintahan Kesultanan Gowa, Pelabuhan Makassar telah ditetapkan sebagai pusat perdagangan rempah-rempah.

Setelah dikuasai oleh VOC pada tahun 1667 melalui Perjanjian Bungaya atau lebih dikenal “Bonggai Tracttate” maka Pelabuhan Makassar semakin ramai dikunjungi para pedagang dan pelaut dari mancanegara serta antar pulau.

Pada tahun 1921, pemerintah Hindia Belanda mulai membangun dermaga dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, pondasi sistem caisson, yang kemudian dikenal dengan nama Dermaga Soekarno. Pada tahun 1957, setelah melihat arus bongkar muat barang dan kunjungan kapal-kapal yang mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, Pemerintah Republik Indonesia memperluas pelabuhan makassar dengan konstruksi beton bertulang, pondasi tiang pancang dan dermaga tersebut diberi nama Dermaga Hatta.